TribunBatam/

Diperiksa Terkait Kasus Mobil Listrik, Dahlan Iskan Tak Mau Jawab Pertanyaan Penyidik

Kuasa Hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan kliennya tetap kooperatif mendatangi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka

Diperiksa Terkait Kasus Mobil Listrik, Dahlan Iskan Tak Mau Jawab Pertanyaan Penyidik
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus mobil listrik oleh penyidik Kejagung di Kejati Jatim, Senin (20/3/2017). 

"Jadi kerugian negara harus pasti," katanya.

Audit yang ada dalam perkara mobil listrik berasal dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Audit itu dipersoalkan karena menggunakan metode total lost.

Metode itu dinilai tidak tepat karena barang yang dibuat Dasep Ahmadi wujudnya ada.

"Hanya terlambat pengirimannya beberapa unit saja ke APEC," ujar Yusril.

Yusril menyesalkan pengusutan kasus korupsi mobil listrik yang dilakukan Kejagung. Pengusuatan perkara ini bisa membuat orang takut berinovasi.

"Seperti saat saya membuat Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) dulu, oleh Kejagung juga dianggap korupsi," katanya.

Pemerintah harus perhatian terhadap sebuah inovasi. Ide cemerlang tidak boleh dihukum lewat hukum.

"Jika begini terus kita akan tertinggal dari bangsa lain," ujarnya.

Kerisauan Yusril itu persis apa yang dipikirkan ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri.

Halaman
1234
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help