Dari Penipuan Kerja di Luar Negeri, Agus Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Pelaku bukan hanya menjanjikan korbannya untuk bekerja di Singapura saja. Pelaku juga menjanjikan korban untuk bekerja ke Malaysia, Dubai dan Qatar

Dari Penipuan Kerja di Luar Negeri, Agus Raup Untung Ratusan Juta Rupiah
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Sekitar 30 orang yang merasa tertipu jutaan rupiah setelah dijanjikan bekerja di Singapura melapor ke Polsek Batam Kota 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Agus (25) sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Batam Kota atas kasus penipuan dan penggelapan dengan modus merekrut tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku bukan hanya menjanjikan para korbannya untuk bekerja di Singapura saja.

Baca: Polisi Amankan Terduga Pelaku Penipuan, Ini Permintaan Para Korban

Baca: Tak Mampu Tunjukkan Izin Usaha, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penipuan Tenaga Kerja

Baca: Satu Lagi, Korban Penipuan Lowongan Kerja Lapor ke Polsek Batam Kota

Pelaku juga menjanjikan korban untuk bekerja ke Malaysia, Dubai dan Qatar, melalui perusahaan PT Dwi Indo Prakasa.

Kapolsek Batam Kota Kompol Arwin saat dikonfirmasi mengatakan, para korban dijanjikan bekerja sebagai waIters dan kapten kapal.

"Tarifnya berbeda-beda. Dari kapten kapal, waIters dan cleaning services," katanya.

Untuk bekerja sebagai kapten kapal, dibandrol seharga Rp 5 juta. Waiters Rp 3,5 juga dan cleaning services Rp 2,5 juta.

Dalam kesepakatan tertulis antara Agus dan calon pekerjanya, jika mereka tidak jadi diberangkatkan, uang tersebut akan dipulangkan.

"Di kesepakatan itu juga disebutkan, korban diberangkatkan paling lama 21 hari setelah uang disetorkan," kata Arwin.

Sejak perusahaan ini dibuka pada Januari 2017 lalu, sudah 31 orang yang melamar pekerjaan.

Ternyata semua itu bohong. Tidak ada satu pun yang akan dikirim bekerja ke luar negeri.

Dari hasil tipu muslihatnya ini, Agus berhasil meraup Rp 100 juta.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help