Penyekapan Ling Ling, DPRD: Tak Ada Cara Selain Tutup Seluruh Pelabuhan Tikus

"Untuk mengatasinya, seluruh unsur Muspida harus sepakat dulu untuk menutup pelabuhan tikus tanpa kecuali dan tidak pandang bulu.

Penyekapan Ling Ling, DPRD: Tak Ada Cara Selain Tutup Seluruh Pelabuhan Tikus
Tribun Batam/ Danang Setiawan
Rumah tempat warga Malaylsia bernama Ling Ling disekap di Sei Temiang, Batam. Masuk lewat pelabuhan tikus. 

Solusi atas permasalahan itu, menurut dia, tidak ada cara lain, selain menutup semua jalur pelabuhan tikus di Batam.

"Untuk mengatasinya, seluruh unsur Muspida harus sepakat dulu untuk menutup pelabuhan tikus tanpa kecuali dan tidak pandang bulu. Pelabuhan tikus ini rawan dimanfaatkan untuk kejahatan," kata Musofa, Senin (20/3/2017).

Dia mencontohkan kasus lainnya.

Saat itu Komisi I DPRD Kota Batam melakukan sidak ke sebuah perusahaan. Di lapangan, pihaknya menjumpai tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Batam secara non-prosedural.

"Jadi, bukan orang Indonesia saja yang memanfaatkan pelabuhan tikus itu. Orang asing pun sudah mulai memanfaatkannya. Ini kan masalah klasik yang tidak pernah dibahas secara menyeluruh," katanya.

Musofa tak menyalahkan kinerja Imigrasi Batam dalam pengawasan lalu lintas orang tersebut karena Imigrasi tidak mengurus lalulintas orang di pelabuhan tikus.

Kendati demikian, dirinya meminta Imigrasi lebih aktif lagi melakukan sidak di berbagai tempat.

"Paling tidak seminggu sekalilah menggelar razia. Di tempat-tempat tertentu biasanya banyak warga negara asing yang menyalahi aturan. Atau masuk kerja pakai visa turis tetapi bekerja di Batam," ujar dia.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help