Sekolah Kebanjiran, Ratusan Pelajar Bersihkan Sekolah dan Jemur Buku Pelajaran. Ini Aksinya!

Sekolah kebajiran, ratusan pelajar kerja bakti bersihkan sekolah dan jemur buku. Ini aksinya!

Sekolah Kebanjiran, Ratusan Pelajar Bersihkan Sekolah dan Jemur Buku Pelajaran. Ini Aksinya!
kompas.com/ syahrul munir
Seorang siswa kelas 2 SD Negeri Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (21/3/2017) tengah menjemur buku. Senin siang kemarin kemarin banjir merendam sekolah ini 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN-Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (21/3/2017), terganggu karena banjir yang melanda kawasan itu, Senin sore.

Ratusan siswa yang seharusnya belajar, terpaksa berjibaku membersihkan ruangan kelas yang penuh dengan lumpur.

Senin sore, sekolah ini direndam banjir setinggi lebih dari setengah meter. Tak hanya menggenangi ruangan kelas, banjir juga merobohkan pagar sekolah sepanjang 40 meter.

Baca: Ini Rahasia Bandara Yang Tidak Semua Orang Tahu, Termasuk Agar Bagasi Anda Aman

Para siswa yang rumahnya berdekatan dengan sekolah, denga sukarela pulang untuk mengambil perlengkapan seperti sapu, ember dan alat pel. Selama proses membersihkan lumpur, para siswa memilih bertelanjang kaki agar sepatunya tidak kotor.

Sementara itu, di ruang kelas satu dan kelas dua, selain lumpur ratusan buku pelajaran juga ikut terendam banjir. Para siswa bergotong royong menjemur buku-buku tersebut agar bisa digunaka lagi.

"Buku paketnya banyak yang basah, harus dijemur dulu," kata Adil (8), salah satu siswa kelas dua.

Kepala SDN Leyangan, Kolis, mengatakan, mitigasi bencana para siswa dan guru sebenarnya sudah berjalan baik lantaran bencana serupa pernah terjadi pada 2015 lalu. Namun banjir yang terakhir kali terjadi tergolong besar dan tidak diprediksi sebelumnya.

Baca: Tarian Erotisnya Bikin Panas Dingin. Sekali Beraksi, Segini Tarif Penari Telanjang Ini!

"Setelah pelajaran selesai biasanya buku-buku ditaruh di atas. Khusus kelas satu dan dua, kalau banjir kecil-kecil tidak pernah kemasukan, tapi kemarin terlalu besar sehingga airnya masuk dan buku-bukunya menjadi basah," kata Kolis.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help