TribunBatam/

Tiap Pertemuan Dijanjikan Ganti Rugi, Ternyata Begini Status Lahan Waduk Sei Gong

BP Batam membangun sebuah bendungan raksasa di ujung pulau Galang yang diberi nama waduk Sei Gong. Namun, hingga kini status lahan masih bersengketa.

Tiap Pertemuan Dijanjikan Ganti Rugi, Ternyata Begini Status Lahan Waduk Sei Gong
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Pemilik lahan yang digunakan sebagai lokasi pembangunan waduk Sungai Gong memprotes ketidakjelasan status lahan di tempat itu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - BP Batam membangun sebuah bendungan raksasa di ujung pulau Galang yang diberi nama waduk Sei Gong.

Namun sejauh ini, tidak ada kejelasan pada para pemilik lahan. Walaupun mereka diajak bertemu, namun pihak BP Batam terus memberikan janji berapa lahan mereka akan diberikan ganti rugi.

Patrisia, salah satu pemilik lahan di kawasan Galang mengatakan, pembangunan tersebut dilakukan Maret 2015.

Saat proses pembangunan mereka tidak diberitahu. Akibatnya, warga di sana protes dan pada Desember 2015, aktivitas pembangunan bendungan sempat terhenti sampai Februari.

Kemudian pemilik lahan di sana diajak untuk berdiskusi dan pihak BP Batam melakukan sosialisasi pada warga di sana. Sosialisasi tersebut dilakukan di Polsek Galang.

Dari hasil pertemuan, mereka menjanjikan akan diberikan ganti rugi lahan. Proses perhitungan lahan juga sudah dilakukan. BP Batam berjanji akan mengganti rugi setiap lahan, tanaman dan bangunan yang ada di sana.

"Mereka berjanji akan menggantinya. Dia juga sudah menghitung lahan kita semua seluas 700 hektare. Bukan hanya lahan, mereka juga berjanji akan mengganti rugi tanaman dan bangunan yang ada di sana," sebut Patrisia.

Pertemuan antara pemilik lahan dan pihak BP Batam akhirnya dilakukan, Selasa (21/3/2017) pagi. Namun dari hasil pertemuan, pihak BP Batam kembali menjanjikan Peraturan Kepela (Perka) BP Batam. Nantinya didalam Perka itu akan disebutkan berapa jumlah ganti ruginya.

"Dia kembali janjikan kita. Jadi kita datang kesana tadi pagi itu cuma mengobrol biasa saja dan tidak ada kejelasan," tegasnya. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Rabu 22 Maret 2017

Penulis: Eko Setiawaan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help