TribunBatam/

Waspadalah. Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Penyebab Utama Gigi Busuk pada Anak

Jumlah gigi busuk pada anak-anak berusia 5-9 tahun meningkat tiga kali lipat. Kondisi ini dinilai akan lebih buruk jika perawatan gigi minim.

Waspadalah. Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Penyebab Utama Gigi Busuk pada Anak
KOMPAS.COM
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Dokter gigi menyalahkan orangtua yang menerapkan diet tinggi gula bagi anak-anak, seperti susu manis, jus buah manis, menggunakan botol untuk mengonsumsi minuman bergula, hingga mengoleskan madu pada empeng untuk menenangkan bayi.

Di Inggris contohnya, dalam satu dekade, jumlah gigi rusak bayi sejak usia 12 bulan telah meningkat sebanyak dua kali lipat, yaitu 23 persen di tahun 2006/7 menjadi 47 persen di 2015/16.

Ahli bedah menyatakan, kasus pengangkatan gigi busuk pada anak usia 4 tahun juga meningkat. Dari yang sebelumnya berjumlah 7444 kasus di tahun 2006/7 kini meningkat menjadi 9206 kasus di tahun 2016/17.

Sedangkan jumlah gigi busuk pada anak-anak berusia 5-9 tahun meningkat tiga kali lipat. Kondisi ini dinilai dapat lebih buruk pada anak-anak yang tumbuh di negara berkembang, di mana perawatan gigi anak masih minim.

Mick Armstrong, dari British Dental Association, mengatakan, "Orangtua harus berpikir dua kali sebelum memberikan anak-anak mereka botol dengan minuman bergula.”

“Formula, susu manis, dan jus buah memang mengandung gula alami, namun tetap dapat menyebabkan kerusakan gigi bila mengendap di gigi terlalu lama.”

Profesor Nigel Hunt, dari Fakultas Bedah Gigi di Royal College of Surgeons, mengatakan, "Jumlah bayi yang memiliki gigi busuk masih relatif kecil, tapi jumlahnya meningkat signifikan saat anak-anak berusia 1-4 tahun.”

Sangat jelas bahwa kebiasaan makan dan minum manis memiliki efek buruk pada keadaan gigi anak-anak, terlebih bila pembersihan gigi tak dilakukan teratur.

Hunt memaparkan, sekitar 90 persen dari kerusakan gigi bisa dicegah melalui pengurangan konsumsi gula, teratur menyikat gigi dengan pasta gigi fluoride, dan kunjungan ke dokter gigi secara rutin.

Senada dengan Hunt, Dr Jenny Godson, dari Public Health Inggris, menambahkan, "Kerusakan gigi berdampak pada kualitas tidur anak, kemampuan makan anak, berbicara, hingga bersosialisasi.”

“Kerusakan gigi dapat dicegah dengan membatasi makanan dan minuman bergula, memastikan anak-anak menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, terutama sebelum tidur, dan mengunjungi dokter gigi secara teratur." (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help