Fahri Hamzah: Seolah KPK Pasti Benar, Padahal di Dalamnya Brengsek

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali mengkritik kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi dan melihat para pengacara, kini tidak berani lagi mengkritik.

Fahri Hamzah: Seolah KPK Pasti Benar, Padahal di Dalamnya Brengsek
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Fahri Hamzah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali mengkritik kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fahri melihat para pengacara, kini tidak berani lagi mengkritik KPK.

"Yang saya persoalkan, KPK sengaja menciptakan ini dan mengolah isu ini supaya orang kayak saya jadi takut, diem. Lawyer kalau berani yang sengsara kliennya. Pejabat juga enggak berani," sindir Fahri, Rabu (22/3/2017) kemarin.

Fahri melihat seolah-olah yang dilakukan KPK pasti benar dan bertujuan mulia. Atas hal itulah maka tidak ada yang mengganggu KPK.

"Padahal, brengsek di dalamnya, banyak polisi penyidiknya banyak kena pecat," kata Fahri.

Fahri juga menyebutkan penyidikan KPK tertutup serta tidak dapat didampingi pengacara. Ada pula, kata Fahri, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diubah dan diputar-putar untuk melindungi sesuatu.

"Lembaga negara harus terbuka supaya siap dikritik, supaya dia memperbaiki diri. Itu roh demokrasi supaya enggak ada orang menganggap dirinya tertutup lalu menganggap dirinya suci," kata Fahri.

Fahri kemudian menantang KPK untuk berani mengusut dugaan keterlibatan adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo, dalam kasus pajak.

Arif diduga terlibat dalam kasus suap antara pengusaha R Rajamohanan Nair dan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, Handang Soekarno.

Dalam surat dakwaan, nama Arif disebut sebagai salah satu pihak yang membantu pengurusan sejumlah persoalan pajak yang dihadapi Rajamohanan.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved