Pembangunan SWRO di Belakangpadang Rampung, Ditargetkan Sudah Mengalirkan Air April Ini

Setelah terpasang 250 sambungan, tahun ini kita akan tambah 500 sambungan dan tahun depan kita rencanakan tambah 500 lagi

Pembangunan SWRO di Belakangpadang Rampung, Ditargetkan Sudah Mengalirkan Air April Ini
Tribun Batam/Danang Setiawan
Suhar, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam 

Laporan: Danang Setiawan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Harapan warga Belakangpadang untuk menikmati ketersediaan air bersih tidak lama lagi akan segera dirasakan.

Pasalnya, pembangunan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) atau pengolahan air laut menjadi air tawar telah rampung.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam menargetkan, April mendatang, warga Belakangpadang sudah bisa menikmati air bersih dari SWRO tersebut.

Suhar, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mengatakan, saat ini 250 pipa sambungan air telah terpasang di rumah warga dan tinggal menunggu SWRO tersebut berfungsi.

"Tergantung Kementerian PU. Saat ini masih tahap penyetelan. Insya Allah awal April sudah mengalir airnya," kata Suhar kepada Tribun, Kamis (23/3/2017) siang.

Menurut Suhar, teknologi SWRO yang dibangun di Kelurahan Sekanakraya baru pertama kali diterapkan di Batam.

SWRO ini mampu memproduksi air 5 liter per detik dan dapat mengaliri sekitar 1.200 rumah.

Sedangkan proses pemasangan sambungan pipa air lanjutan ke rumah warga lainnya, akan dilaksanakan tahun ini setelah SWRO berjalan.

"Setelah terpasang 250 sambungan, tahun ini kita akan tambah 500 sambungan dan tahun depan kita rencanakan tambah 500 lagi," ujarnya.

Suhar menuturkan, teknologi SWRO memang cukup mahal karena 70 persen operasionalnya menggunakan listrik.

Imbasnya biaya yang dibebankan ke masyarakat juga akan mahal.

"Karena, setelah kita hitung-hitung, satu kubik itu sekitar Rp 20 ribu dan itu terlalu mahal. Makanya akan kita ajukan subsidi ke pemerintah", tuturnya.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved