Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Non Tunai di Galang. Total Bantuan di Batam Nilainya WOW!

Sedikitnya 43.123 keluarga di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima bantuan dengan memanfaatkan teknologi perbankan.

Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Non Tunai di Galang. Total Bantuan di Batam Nilainya WOW!
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Presiden Joko Widodo menyalami warga di Kantor Camat Galang, Batam, Kamis (23/3/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan non tunai bagi keluarga kurang mampu secara simbolis di Kantor Camat Galang, Kamis (23/3/2017) siang.

Sedikitnya 43.123 keluarga di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima bantuan dengan memanfaatkan teknologi perbankan.

Total bansos non tunai ini mencapai Rp 62,9 miliar, terdiri dari PKH Non Tunai senilai Rp 20,09 miliar untuk 10.631 keluarga dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejumlah Rp 42,8 miliar untuk 32.493 keluarga.

Penyerahan PKH Non Tunai tersebut disejalankan dengan penyerahan paket bantuan sosial lainnya, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Makanan Tambahan (PMT).

Secara keseluruhan, dari rilis Pemko Batam yang diterima Tribun Batam, total bantuan sosial yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial ini sangat besar, mencapai Rp 64,1 miliar.

Terdiri dari PKH Non Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bansos lanjut usia, bansos disabilitas, bansos KUBE jasa, dan bansos E-Warung.

"Kita ingin ke depan seluruh anak Indonesia sehat dan cerdas, karena persaingan 20-30 tahun ke depan akan semakin berat. Bukan antarkota atau kabupaten lagi, tapi antarnegara. Jadi harus disiapkan betul anak-anak kita biar bisa memenangkan persaingan tersebut," kata Jokowi di depan warga yang menunggunya di Kantor Camat Galang.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penyaluran bansos PKH dan BPNT di seluruh Kecamatan di Kota Batam telah menggunakan fasilitas perbankan.

Ia yakin, skema bantuan sosial non tunai ini mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antarindividu dan antardaerah.

Khofifah mengatakan, percepatan keuangan inklusif yang dilakukan Kemensos lewat e-Warung PKH berkontribusi bagi target keuangan inklusif pemerintah, yang dipatok sebesar 75 persen pada tahun 2019 mendatang.

"Akhir tahun 2017, 3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di 98 kota dan 200 kabupaten dapat menikmati aksesibilitas perbankan," kata Khofifah.

Menurut dia, terkoneksinya masyarakat miskin dengan perbankan membuat mereka dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan formal, seperti transfer, menabung maupun pinjaman serta asuransi.

Khofofah menambahkan, intervensi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan pun semakin efektif.

Karena bantuan sosial dan subsidi diintegrasikan dalam satu kartu, yaitu Kartu keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, Pangan, Subsidi LPG 3kg, dan subsidi listrik.

"Penyaluran bantuan nontunai sangat efektif mengajarkan masyarakat untuk menyimpan uang bantuan dalam tabungan. Jadi tidak serta merta diambil semua saat bansos ditransfer," imbuhnya.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help