Tahun Kedua Memimpin Karimun, Rafiq-Hasyim Prioritaskan Infrastruktur, Termasuk Kundur-Belat!

Tahun kedua menjabat Bupati dan Wabup Karimun, Rafiq-Hasyim prioritaskan pembangunan infrastruktur, termasuk Kundur-Belat. Ini biayanya!

Tahun Kedua Memimpin Karimun, Rafiq-Hasyim Prioritaskan Infrastruktur, Termasuk Kundur-Belat!
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim salam komando dengan Wakil Ketua I DPRD Karimun, Azmi usai pengesahan Perda Tanjungjawab Sosial Perusahaan (TjSP), Senin (5/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Setelah setahun menjabat sebagai Kepala Daerah, Bupati Karimun Aunur Rafiq akan memprioritaskan program pembangunan infrastruktur yang akan menunjang kepentingan masyarakat di tahun kedua. Diantaranya adalah pembangunan konektifitas antar pulau di Kabupaten Karimun.

Dalam perencanaannya, pemerintah akan membangun jalan dan enam jembatan yang nantinya menghubungkan Pulau Parit, Pulau Lumut, Gunung Papan, Belat hingga pulau Kundur. Sementara untuk menghubungkan Pulau Parit dan Pulau Karimun Besar akan menggunakan tol laut.

Baca: BREAKINGNEWS: Heboh Dugaan Percobaan Penculikan Anak di Karimun, Incar Murid SD Ini

Rafiq yang dijumpai pada acara syukuran setahun masa jabatannya pada Rabu (22/3) malam menjelaskan sebanyak tiga jembatan akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan tiga jembatan lainnya akan dibangun oleh Pemda Karimun. Ditargetkan keseluruhan proyek tersebut akan selesai pada tahun 2020 atau sehabis masa jabatannya.

"Di tahun kedua saya akan titik beratkan pembangunan infrastruktur. Kita targetkan empat tahun selama masa kepemimpinan saya. Mudah-mudahan APBD kita stabil sehingga dapat kita wujudkan," ujar Rafiq.

Untuk tahap awal Pemkab Karimun akan membangun jembatan penghubung Pulau Kundur dan Pulau Belat dengan perkirakan anggaran sekitar Rp 100 miliar di tahun 2017 ini. Sementara Pemprov Kepri akan mulai membangun konektifitas antar pulau Parit dan Pulau Lumut dengan anggaran awal sebesar Rp 2 miliar untuk jalan dan untuk Rp 10 miliar untuk jembatan.

"Karena penghubung dari dari Kundur Utara ke Belat merupakan yang terpanjang. Untuk konektifitas yang selanjutnya sedang dihitung dan kemungkinan besar angkanya di bawah itu," ujar Rafiq.

Selain itu lanjut Rafiq, beberapa program yang akan dilaksanakan adalah percepatan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pulau Asam sebagai kawasan ekonomi baru, pembangunan bandara, pemindahan pelabuhan barang ke Parit Rampak, pembangunan pelabuhan internasional di Tanjung Penagak serta pembangunan di sektor kemaritiman lainnya.

"Ini sesuai dengan misi kita di sektor kemaritiman yang harus kita gesa dan prioritaskan.Termasuk enam visi kita yang lainnya seperti sektor perikanan, pertanian, pemerintahan seni budaya dan perekonomian kerakyatan," tambahnya.

Dipaparkan orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Berazam itu pengembangan ekonomi kerakyatan akan dilakukan dengan pembinaan, membantu promosi hasil kreatifitas masyarakat dengan membangun rumah kreatif, membantu penguatan modal melalui dana KUR dan perbankan, serta mengadakan pelatihan-pelatihan.

Sementara di sektor pariwisata pemerintah mengembangkan lokasi-lokasi yang dapat dijadikan destinasi wisata Karimun. Diantaranya adalah pembangunan jalan ke Gunung Jantan dan pengembangan lokasi wisata air panas di Tanjung Utan.

"Untuk mendukung pengembangan-pengembangan itu kita juga akan melibatkan infestor swasta," kata Rafiq. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved