Kepala Dinas Pendidikan Kepri Sebut Ratusan Guru Honor Berkualitas Rendah. Ini Datanya

Fenomena itu dikatakan Arifin disebabkan karena adanya moratorium penerimaan CPNS oleh pusat, dimana di satu sisi dalam setahun puluhan ribu guru pens

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Sebut Ratusan Guru Honor Berkualitas Rendah. Ini Datanya
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir (topi oranye) saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan SMK Pelayaran Bina Insan di Kundur, Sabtu (25/3/2017). TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengatakan dari 1.810 guru honor di Kepri, hanya sekitar 1.501 orang yang memenuhi syarat.

Artinya sekitar 300 orang sisanya tidak sesuai dengan jurusan yang mereka miliki, seperti lulusan S1 PGSD mengajar di SMA, S1 sosial politik mengajar di SMA atau bahkan lulusan SMA.

Mereka umumnya menyebar di Kepri terutama di daerah-daerah pinggiran.

Bahkan berdasarkan survei Badan Kepegawaian Nasional (BKN), kualitas guru honor tergolong rendah.

"Saya mohon maaf kepada guru-guru honor, hasil survei Badan Kepegawaian Nasional, kualitas guru honor itu rendah, jadi tidak bisa dipaksakan, terutama guru-guru dari pinggiran," kata Arifin Nasir saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan SMK Pelayaran Bina Insan di Kundur, Sabtu (24/3/2017).

Fenomena itu dikatakan Arifin disebabkan karena adanya moratorium penerimaan CPNS oleh pusat, dimana di satu sisi dalam setahun puluhan ribu guru pensiun.

Akibatnya yang terjadi, sekolah terkesan asal-asalan dalam mempekerjakan guru honor.

Pusat juga mencermati fenomena puluhan ribu lulusan SMK yang tidak tertampung di dunia kerja.

Untuk itu ke depannya, pembangunan sekolah khususnya SMK perlu melihat pangsa pasar sebelum menentukan jurusan apa saja yang akan ditawarkan kepada masyarakat.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 27 Maret 2017

Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help