TribunBatam/

Sebaiknya Anda Tahu

Terjawab! Penumpang yang Penerbangannya Dibatalkan Berhak Minta Dialihkan ke Maskapai Lain

Penumpang yang dibatalkan penerbangannya berhak minta dialihkan ke maskapai lain. Begini peraturan menterinya!

Terjawab! Penumpang yang Penerbangannya Dibatalkan Berhak Minta Dialihkan ke Maskapai Lain
istimewa
Pesawat Sriwijaya Air kini membuka layanan rute Tanjung Karang, Lampung-Batam 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Maskapai Sriwijaya Air membatalkan penerbangan SJ592 dengan rute Jakarta-Makassar untuk jadwal terbang Senin, 27 Maret 2017. Penumpang yang terkena dampak pembatalan penerbangan itu apakah bisa meminta dialihkan ke maskapai lain?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia, di situ jelas disebutkan bahwa dalam kondisi terjadi pembatalan penerbangan, maskapai wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengalihkan ke maskapai lain atau mengembalikan seluruh biaya tiket.

Andi, seorang keluarga penumpang Sriwijaya Air, menuturkan, ia berkali-kali menanyakan soal kewajiban maskapai soal mengalihkan penumpang ke maskapai lain, tapi petugas Call Center Sriwijaya Air maupun pejabat Sriwijaya Air Bandar Lampung menolak. Barulah pada saat-saat terakhir mereka mau menawarkan pengalihan ke maskapai lain.

Bagaimana sebenarnya aturan mengenai hal itu? Apakah penumpang yang penerbangannya dibatalkan bisa menuntut dialihkan ke maskapai lain pada kurun waktu yang sama, atau maskapai bisa lepas tangan dan hanya menawarkan perubahan jadwal penerbangan atau penggantian biaya tiket?

Dalam Pasal 2 Permenhub 89/2015, disebutkan, keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari:
a. keterlambatan penerbangan (flight delayed);
b. tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
c. pembatalan penerbangan (cancellation of flight).

Dalam hal terjadi keterlambatan penerbangan (flight delayed) Badan Usaha Angkutan Udara wajib memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada penumpangnya.

Dalam pasal 9 ayat 1 dinyatakan, keterlambatan penerbangan dikelompokkan menjadi 6 (enam) kategori keterlambatan, yaitu:
1. Kategori 1, keterlambatan 30 menit s/d 60 menit;
2. Kategori 2, keterlambatan 61 menit s/d 120 menit;
3. Kategori 3, keterlambatan 121 menit s/d 180 menit;
4. Kategori 4, keterlambatan 181 menit s/d 240 menit;
5. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit; dan
6. Kategori 6, pembatalan penerbangan.

Kompensasi yang wajib diberikan Badan Usaha Angkutan Udara akibat keterlambatan penerbangan itu berupa:
a. keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan;
b. keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box);
c. keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal);
d. keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box), dan makanan berat (heavy meal);
e. keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah);
f. keterlambatan kategori 6, badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket); dan
g. keterlambatan pada kategori 2 sampai dengan 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).

Sementara di Pasal 2 dinyatakan, emberian kompensasi sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1), harus dilakukan secara aktif oleh petugas setingkat General Manager, Station Manager, staf lainnya atau pihak yang ditunjuk yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.

Terkait pembatalan penerbangan dan penumpang dialihkan ke maskapai lain, juga diatur dalam Pasal 10. Di situ nyatakan, Badan Usaha Angkutan Udara dalam melakukan pengalihan ke penerbangan berikutnya --atau penerbangan milik badan usaha niaga berjadwal lain--, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class), atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub class pelayanan wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang diberi.

Sebelumnya diberitakan, maskapai Sriwijaya Air membatalkan penerbangan SJ592 dengan rute Jakarta-Makassar untuk jadwal terbang Senin, 27 Maret 2017. Penumpang dengan rute Bandar Lampung-Makassar ikut terkena dampaknya, hingga harus nombok biaya sampai Rp 1 juta karena terpaksa mengganti penerbangan ke maskapai lain.

"Sriwijaya Air maskapai yang tidak bertanggungjawab," kata Andi, keluarga penumpang, kepada tribunlampung.co.id, Minggu (26/3/2017).(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help