Lantamal Tanjungpinang Terus Dalami Kasus 33 TKI Ilegal, Ini Alasannya!

Setelah berhasil menggagalkan upaya pengiriman TKI ilegal, Lantamal Tanjungpinang terus mengawal kasusnya, termasuk mencari dalang di baliknya!

Lantamal Tanjungpinang Terus Dalami Kasus 33 TKI Ilegal, Ini Alasannya!
Dispen Lantamal IV
Ilustrasi. Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang menyelematkan puluhan calon TKI yang terdampar setelah kapalnya bocor 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang masih terus melakukan pendalaman kasus 33 TKI ilegal yang diungkap jajarannya pada Sabtu (25/3) kemarin. Ekspose pengungkapan itu telah disampaikan pada Minggu (26/3/2017) kemarin di Posal Lagoi langsung.

Dari 33 TKI yang berhasil diungkap tersebut, banyak hal masih perlu didalami. Seperti siapa siapa dibalik pengiriman para TKI tersebut.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danalantamal) Laksamana Pertama TNI S Irawan melalui Asisten Operasional Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel May Frengky menegaskan, masalah TKI ilegal tersebut menjadi perhatian utama pihaknya. Bukan TKI ilegal saja, namun juga kegiatan ilegal lainnya yang berkaitan dengan perairan perbatasan.

"Kebijakan dari pemimpin kita, bahwasanya masalah penyelundupan, TKI ilegal, kemudian terakhir juga kalau di Bintan ini kan masalah pencemaran, kita sudah upayakan juga pencegahan dengan melaksanakan peningkatan kegiatan,"kata dia.

Dalam rangka itu, pihaknya akan bekerjasama intensif dengan semua instansi terkait untuk menindak dan mencegah itu. Sekaligus dari tim WFQR tetap melaksanakan patroli rutin untuk memantau aktifitas di perairan.

"Ini menjadi prioritas kita, karena seperti sudah disampaikan sebelumnya, kebijakan dari pemimpin kita bahwasanya malasah penyelundupan, TKI ilegal, kemudian terakhir juga kalau di Bintan ini kan masalah pencemaran.

Nah kitah sudah upayakan untuk melaksanakan pencegahan ini dengan melaksanakan sebuah kegiatan pelaksanaan peningkatan, jadi kita hadirkan semua unsur utara Bintan, di utara Batam untuk memeriksa semua kapal yang menuju keluar perbatasan kita,"kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help