Keren! Perda Permukiman Kumuh di Bintan Disahkan Ditengah Atap Ruang Paripurna Yang Bocor

DPRD Bintan mengesahkan Perda Permukiman Kumuh saat paripurna dengan atap ruangan bocor!

Keren! Perda Permukiman Kumuh di Bintan Disahkan Ditengah Atap Ruang Paripurna Yang Bocor
tribunbatam/aminnudin
Suasana atap bocor di ruang DPRD Bintan 

BATAM.TRIBUNNEW.COM, BINTAN - Ada yang tak biasa pada rapat paripurna dewan di DPRD Bintan yang dihadiri Bupati Bintan Apri Sujadi dan segenap jajarannya pada Rabu (29/3) siang.

Ditengah bupati memaparkan keberhasilan pembangunannya selama setahun di hadapan segenap anggota DPRD Bintan dan organisasi perangkat daerah (OPD), ruang paripurna tempat acara itu berlangsung tak henti ditetesi air hujan dari sejumlah atap gedung dewan yang bocor. Sejumlah lantai terutama di bagian pintu masuk basah dan licin. Oleh petugas, ruang yang basah itu dipasangkan pel agar air hujan tak merembes ke mana mana.

Pantauan Tribun, beberapa peserta paripurna terutama sekitaran pintu utama sempat terusik. Di sudut lain, air hujan yang mengucur dari atap gedung paripurna yang bocor membuat lantainya licin dan dipasangkan kain lap. Kebetulan, saat pairpurna berlangsung, hujan dengan intensitas rendah mengguyur Bandar Seri Bentan, kantor DPRD Bintan berada.

Paripurna pada Rabu siang itu mengagendakan pengesahan dua ranperda menjadi perda Kabupaten Bintan. Ranperda pertama yang disahkan adalah Pengesahan dan Peningkatan kualitas terhadap perumahan dan permukiman kumuh. Ranperda kedua adalah Penambahan Penyertaan Modal Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR ) Bintan.

"Ini bagus juga ya, perda penataan dan peningkatan kualitas perumahan dan permukiman kumuh berlangsung di tengah ruang yang basah gara gara atap dewan yang bocor,"celetuk salah satu peserta rapat paripurna sambil berlalu pergi.

Tribun sempat menanyakan perihal sejumlah atap dewan yang bocor itu kepada Siti Maryani, salah satu anggota Pansus ranperda usai pengesahan berlangsung. Sambil berjalan meninggalkan ruang rapat, Siti mengatakan kalau dia sungguh tak pernah tahu akan kondisi itu.

"Ah masa sih, ibu kok gak pernah lihat ya, memang ada?"kata dia.

"Tapi kalau memang ada, nanti kita lihat dan cek lagi, ya"ujarnya sambil menaiki tangga.

Sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Bintan Edi Yusri ditanyakan soal itu menolak berkomentar. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help