Terbaring Sejak Awal Februari, Syawir Guru Tambelan Ingin Mengajar Lagi

Sejak Februari, Syawir guru asal Tambelan terbaring sakit. Namun keinginannya mengajar besar. Ini alasannya

Terbaring Sejak Awal Februari, Syawir Guru Tambelan Ingin Mengajar Lagi
Tribunbatam/M Ikhwan
Perwakilan PGRI saat menjenguk Syawir di rumah adat Tambelan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Syawir (50) Guru SD 003 Batu Lepuk, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan terbaring tak berdaya di salah satu ruangan Rumah Adat Gemeenscap Tambelan, Kota Tanjungpinang, Rabu (29/3/2017). Ia tak bisa berjalan dan menggerakkan anggota tubuhnya. Kondisi tersebut sudah dialaminya sejak awal Februari lalu.

Meskipun begitu, dia masih bisa berbicara dan berkomunikasi. Namun sampai saat ini dia belum mengetahui secara pasti apa penyakit yang diderita. Pihak dokter dari beberapa rumah sakit belum memastikan penyakit apa yang dideritanya. Dugaan sementara, ada saraf terjepit dan butuh biaya besar untuk melakukan operasi.

Pengobatan sebenarnya sudah ia jalani. Ia dirawat 11 hari di RSUP Tanjungpinang dan beberapa hari di RSAL Tanjungpinang ditemani istri dan anaknya. Namun hingga kini penyakitnya belum sembuh.

Bagi Syawir, sembuh dari penyakit yang menderanya adalah segalanya. Agar dia bisa kembali beraktifitas. "Saya ingin sembuh dan kembali mengajar anak-anak," ucap pria yang sudah 30 tahun lebih mengabdi sebagai guru.

Pria ini adalah guru berprestasi. Pada tahun 2012, Syawir mendapatkan hadiah dari President Susilo Yudhoyono dengan diberangkatkan ke China bersama 27 guru dari Provinsi lain di Indonesia. Syawir jugalah yang mewakili Provinsi Kepri ke Istana Negara bertemu presiden.

Pilihan jatuh kepada Syawir karena beliau mengabdi 24 tahun di Desa sangat terpencil di Tambelan. Di sana tidak dijangkau jaringan telekomunikasi, saluran televisi maupun sarana hiburan lainnya.

Saat ini Syawir tak memiliki apapun untuk berobat. Jika uang hasil sumbangan dari dermawan mencukupi, maka beliau akan dibawa ke Johor untuk mengetahui kepastian penyakitnya.

"Karena di rumah sakit yang ada di Tanjungpinang belum memastikan penyakit yang dideritanya. Rencananya, setelah dibuat passport, pihak keluarga Tambelan akan membawa Syawir check ke Malaysia," kata R. Patria, Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Tambelan di Tanjungpinang.

Kondisi ini membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri terpanggil. Ketua PGRI Provinsi Kepulaun Riau Dadang AG, bersama pengurus PGRI mengunjungi Syawir. Dadang, merasa prihatin dengan keadaan tenaga pendidik di daerah terpencil tersebut.

"Semoga beliau cepat sembuh. PGRI memberikan bantuan moral dan spritual kepada beliau supaya kembali bertugas," kata Dadang.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help