Polemik Labuh Jangkar

Dishub Kepri: Badan Usaha yang Kelola Jasa Labuh Jangkar Setor keBP Batam dan Kemenhub RI

Namun Dishub Kepri tidak tahu berapa jumlah retribusi yang dipungut dari jasa labuh jangkar selama beberapa tahun terakhir

Dishub Kepri: Badan Usaha yang Kelola Jasa Labuh Jangkar Setor keBP Batam dan Kemenhub RI
TRIBUNNEWS
iluatrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail mengatakan 13 badan usaha mengelola jasa labuh jangkar di ruang laut Batam, Bintan dan Karimun.

Namun Dishub Kepri tidak tahu berapa jumlah retribusi yang dipungut dari jasa labuh jangkar selama beberapa tahun terakhir.

"Kami tidak tahu berapa jumlah uang yang dipungut selama ini. Karena mereka setor ke BP Batam dan Kemenhub RI," kata Jamhur kepada Tribun, Rabu (29/3/2017).

Jamhur kemudian menjelaskan tentang sistem kerja badan-badan usaha ini dalam mengelola jasa labuh jangkar.

Baca: Dishub Kepri Ungkap 13 Badan Usaha yang Kelola Labuh Jangkar, Tapi Tak Tahu Nilai Retribusinya

Dia mengurutkan, badan-badan usaha ini mencari agen-agen kapal di Singapura untuk menjalin kerja sama.

Agen-agen kapal di Singapura ini mencari lagi perusahaan-perusahaan kapal yang mau melabuhkan jangkarnya di ruang laut Kepri sebelum melakukan aktivitas misalnya dock, lay up dan menunggu giliran masuk pelabuhan Singapura.

Baca: NEWSVIDEO. Soal Kisruh Pajak Labuh Jangkar, Presiden Panggil Gubernur Kepri

Baca: Wali Kota Pastikan Pemko Batam Tak Terima Uang Labuh Jangkar. Ini Alasannya

Baca: Kementerian Maritim Janji Investigasi Aktivitas Labuh Jangkar di Batam

"Nanti perusahaan-perusahaan kapal asing itu membayar ke agen-agen Singapura. Lalu agen-agen di Singapura membayar ke 13 perusahaan itu. Nah, 13 perusahaan itulah yang menyetor ke BP Batam dan Kemenhub RI," jelas Jamhur lagi.

Jamhur mengatakan, rumus yang dipakai agen kapal Singapura kepada pengusaha kapal asing adalah 0,1 dikalikan dengan tonase kapal lalu dikalikan dengan lama labuh jangkar.

Baca: Tahun Ini, BP Batam Targetkan Pemasukan Rp 60 miliar dari Labuh Jangkar

Sedangkan rumus yang dipakai 13 perusahaan kepada agen kapal Singapura ialah 0,05 dikalikan dengan tonase kapal kemudian dikalikan lagi dengan lama labuh jangkar.

"Tapi sama saja, jumlah kapal yang labuh jangkar pun tidak dilaporkan secara terbuka. Ada kalanya kapal yang labuh jangkar sekitar ratusan, tetapi yang dilaporkan hanyalah puluhan kapal," kata kepala Dishub Kepri itu.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved