Hangout

Pulau Pisang, Pesona di Pesisir Barat Lampung

Pantai-pantai di Pulau Pisang masih alami. Ada yang berpasir putih halus, ada pula yang berupa tebing karang dengan pemandangan yang memanjakan mata.

Pulau Pisang, Pesona di Pesisir Barat Lampung
TRIBUNBATAM
Pulau Pisang 

PERNAH mendengar nama Pulau Pisang? Pulau seluas kurang lebih 200 hektare ini belakangan mulai dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, sebagai destinasi wisata unggulan karena keindahan alamnya.

Pantai-pantai di Pulau Pisang masih alami. Ada yang berpasir putih halus, ada pula yang berupa tebing karang dengan pemandangan yang memanjakan mata. Satu di antaranya adalah Pantai Batu Liang dan Pantai Batu Gukhi yang sudah saya kunjungi pada Jumat, 17 Maret 2017 lalu .

Selain pantai-pantainya yang indah, di Pulau Pisang juga banyak terdapat rumah-rumah panggung yang sudah berumur ratusan tahun. Sayang banyak dari rumah-rumah itu kini tidak berpenghuni. Selain itu di sini juga ada bangunan SD peninggalan zaman Belanda.

Sampai sekarang SD ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Di sini juga ada Menara Rambu Suara. Dari atas menara kita bisa leluasa menikmati pemandangan Pulau Pisang.

Bertemu Lumba-Lumba

Perjalanan ke Pulau Pisang ini, bisa ditempu naik jukung (sejenis perahu bermotor) dari Krui, kota di pesisir barat  Lampung, dengan jarak tempuh sekitar satu jam.  Kalau beruntung, kita bisa melihat lumba-lumba dalam perjalanan dari Krui, ibukota Kabupaten Pesisir Barat, menuju Pulau Pisang ataupun sebaliknya.

Kalau ingin 'bertemu' lumba-lumba, sebaiknya menyeberang pagi hari antara jam 6 - 8. Kemarin kami beruntung melihat banyak sekali lumba-lumba yang melompat-lompat di sekitar jukung yang kami naiki. Bisa melihat atraksi lumba-lumba langsung di habitatnya begini rasanya sungguh merupakan anugerah yang luar biasa.

Di Pulau Pisang, kita juga bisa melihat proses pembuatan kain tapis yang dikerjakan oleh ibu-ibu di sini sebagai pengisi waktu luang. Proses pembuatan kerajinan tapis ini masih dikerjakan secara manual.

Kerajinan tapis ini dibuat berdasarkan permintaan. Harganya pun beragam, tergantung tingkat kesulitannya. Harga berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.

Mengapa Pulau Pisang?

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved