Korupsi Kapal Perang

Tiga Tersangka Suap Penjualan Kapal Perang Ditahan 20 hari, Seorang Lagi Masih Bebas di Luar Negeri

Sementara, satu tersangka yang lain, yakni Direktur Keuangan PT PAL Indonesia Saiful Anwar, belum ditahan karena masih berada di luar negeri.

Tiga Tersangka Suap Penjualan Kapal Perang Ditahan 20 hari, Seorang Lagi Masih Bebas di Luar Negeri
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Dirut PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin (dua kiri), Wakil Kepala Staff Angkatan Laut Filipina RADM Caesar C Taccad (dua kanan) berbincang di sela Pemotongan Baja Pertama (1st Steel Cutting) Strategic Sealift Vessel (SSV) #2 dan Peletakan Lunas (Keel Laying) SSV #1 di PT PAL Indonesia Surabaya, Jumat (5/6/2015). PT PAL Indonesia mengerjakan dua kapal perang SSV pesanan negara Filipina. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi langsung melakukan penahanan pada tiga tersangka suap penjualan kapal perang SSV oleh PT PAL Indonesia ke Kementerian Pertahanan Filipina.

Tiga tersangka itu yakni Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin, Manager Treasury PT PAL Indonesia Arief Cahyana dan agency dari AS Incorporation Agus Nugroho yang merupakan perantara Kementerian Pertahanan Filipina dalam pembelian kapal perang itu.

Sementara, satu tersangka yang lain, yakni Direktur Keuangan PT PAL Indonesia Saiful Anwar, belum ditahan karena masih berada di luar negeri.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan penyidik sudah mengetahui dimana posisi dari Saiful Anwar. Dia berharap Saiful Anwar kooperatif dan segera kembali ke Indonesia untuk diproses hukum.

"Penyidik sudah tahu dia dimana. Mudah-mudahan cepat pulang, untuk bisa diperiksa. Jadi penyidik tidak perlu mencari-cari," terang Basaria, Jumat (31/3/2017) malam di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan tiga tersangka itu ditahan selama 20 hari kedepan untuk melengkapi berkas penyidikan.

Tersangka Firmansyah yang juga anak buah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur cabang KPK.

Arief ditahan di Rutan Kelas I Jaktim cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Sementara tersangka Agus ditahan di Rutan Polres Metro Jaktim.

Kasus ini bermula dari adanya Operasi Tangkap Tangan di Jakarta dan surabaya pada Kamis (30/3/2017) kemarin.

Dalam penangkapan di Jakarta, penyidik mengamankan 10 orang. Sementara di Surabaya ada 7 orang. Setelah diperiksa, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya empat orang.

Dalam penangkapan ini KPK mengamankan USD 25 ribu dari tangan tersangka Arief. Uang itu diduga pemberian fee dari agency AS Incorporation untuk Arief, Firmansyah dan Saiful Anwar atas penjualan dua kapal perang produksi PT PAL Indonesia.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved