Angkut Barang Terlarang Dari Malaysia, Kapal Rizki Nabil Ditahan. Ini Muatannya!

Angkutan barang terlarang dari Malaysia, Kapal Layar Mesin (KLM) Rizki Nabil ditahan di Pelabuhan Lantamal Tanjungpinang. Ini muatannya!

Angkut Barang Terlarang Dari Malaysia, Kapal Rizki Nabil Ditahan. Ini Muatannya!
tribunbatam/thom limahekin
KLM Rizki Nabil dengan muatannya dari Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,TANJUNGPINANG-Sejumlah barang terlarang dari Malaysia muatan KLM Rizki Nabil ditahan oleh Lanal Tanjung Balai Karimun Lantamal IV Tanjungpinang, Kamis (30/3/2017).

Melalui rilis dari Kapuspen Lantamal IV, Irawan mengatakan KLM Rizki Nabil diamankan oleh tim WFQR 4 Lanal TBK di perairan sebelah timur Pulau Mendol.

Kapal berbendera Indonesia, milik “A” dengan tonase 72 dinahkodai oleh “S” dengan 4 orang ABK.

“Kapal dengan lambung dan anjungan berwarna coklat kayu, berlayar dari Batu Pahat Malaysia menuju Sungai Guntung Tanjung Balai Karimun, bermuatan drum plastik sebanyak 250 buah dan ratusan kasur bekas,” ujar Danlantamal IV.

Menurut Irawan, dari pemeriksaan, didapati beberapa pelanggaran diantaranya membawa barang muatan yang dilarang untuk di import yaitu barang bekas dalam bentuk kasur bekas dan drum plastik bekas, muatan kapal tidak dilengkapi dengan manifest muatan kapal, tidak dilengkapi dengan tanda pendaftaran kapal dan diduga merubah status hukum kapal.

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan bahwa jajaran Lantamal IV berkomitmen memberantas setiap bentuk tindak kejahatan di wilayah perairan Kepri, WFQR Lantamal IV tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi para penyelundup.

“Lantamal IV tidak akan pernah berpuas diri dengan apa yang telah dicapai selama ini, untuk itu setiap jengkal wilayah perairan Kepri akan selalu kita jaga. Karena hal itu memang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV,” tegas Laksma TNI S Irawan.

“Kepada para penyelundup, sekali lagi saya tegaskan hentikan kegiatan ilegal yang nyata-nyata merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, jangan pernah mengorbankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi,” tegas Danlantamal IV Tanjungpinang itu.

Saat ini kapal beserta seluruh ABK telah sandar di dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved