Nekat Bunuh Bayinya Usai Lahir, Benarkah Mahasiswi Ini Korban Pemerkosaan? Ini Jawaban Polisi

Nekat bunuh bayinya usai lahir, benarkah mahasiswi ini korban pemerkosaan? Ini jawaban kepolisian

Nekat Bunuh Bayinya Usai Lahir, Benarkah Mahasiswi Ini Korban Pemerkosaan? Ini Jawaban Polisi
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MALANG-Jajaran Polres Malang Kota masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh seorang mahasiswi di Kota Malang.

Hasil pemeriksaan sementara, ibu sekaligus pelaku dugaan pembunuhan bayi itu adalah korban pemerkosaan.

"Informasi awalnya dia (pelaku) diperkosa. Waktu dia pulang kuliah malam. Tapi belum ada laporan soal itu (pemerkosaan)," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Heru Dwi Purnomo, Sabtu (1/4/2017).

Namun demikian, Heru mengaku belum mendapatkan keterangan secara rinci terkait informasi pemerkosaan itu. Pasalnya, pelaku masih dalam penanganan dokter Rumah Sakit Islam Unisma untuk perawatan pasca melahirkan.

Tidak ada indikasi aborsi dalam kejadian itu. Nerdasarkan keterangan medis, usia kandungan pelaku sudah sembilan bulan dan bayi yang dikandungnya sudah waktunya untuk dilahirkan.

"(Kandungan) sudah sembilan bulan. Sudah waktunya melahirkan," kata Heru.

Bobot bayi yang dilahirkannya pun normal yaitu dengan panjang 49 sentimeter dan berat sekitar tiga kilogram.

Pada Jumat (31/3/2017) sore kemarin, warga seorang perempuan melahirkan bayi laki-laki di dalam kamar kos di Jalan Sumbersari gang 1A nomor 70 RT 10 RW 1 Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kejadian itu diketahui setelah pemilik kos mendengar suara bayi dari dalam kamar pelaku. Awalnya, pelaku membantah suara itu merupakan tangisan bayi.

Setelah dilakukan penggeledahan, pemilik kos yang dibantu warga menemukan bayi sudah dalam keadaan meninggal terbungkus tas. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved