Menteri Pariwisata Minta Kepri Kembangkan Wisata Bahari Karena Alasan Ini

Menurut Arif, Kepri berpeluang besar mendatangkan yacht. Dari 750 yacht yang masuk ke perairan Indonesia, 50 persennya bisa masuk melalui Kepri

Menteri Pariwisata Minta Kepri Kembangkan Wisata Bahari Karena Alasan Ini
HUMAS PEMPROV KEPRI
Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima cenderamata berupa lukisan dari Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Tanjungpinang, Senin (3/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pemerintah daerah di Kepri sebaiknya menaruh perhatian pada wisata bahari, karena sangat menjanjikan.

Dia menganjurkan setiap Pemda di Kepri khususnya di Natuna, Lingga dan Anambas untuk mengajukan kawasan khusus pariwisata.

"Ada tiga hal utama dari wisata bahari di Kepri: wisata pantai, bentang laut dan bawah laut.
Kepri harus lebih menekankan wisata bentang laut dengan fokus pada yacht (perahu layar, red)," kata Arif usai membuka Rakor Pariwisata Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang, Senin (3/4/2017).

Menurut Arif, Kepri berpeluang besar mendatangkan yacht. Dari 750 yacht yang masuk ke perairan Indonesia, 50 persennya bisa masuk melalui Kepri.

Anjuran Arif itu ditanggapi serius Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.

Dia mengatakan, jumlah yacht yang masuk ke Kepri pada 2016 lalu sebanyak 80 unit.

Dispar Kepri akan berjuang keras mendatangkan yacht sebanyak 100 unit setiap tahun.

"Kita menargetkan, banyak wisatawan bisa masuk dengan yacht ini. Target provinsi, jumlah wisatawan asing yang masuk berjumlah 2,2 juta. Tapi target yang diberikan pusat 3 juta per tahun," kata Buralimar.

Menurut Buralimar, strategi yang ditempuh Dispar Kepri untuk meningkatkan jumlah yacht adalah membangun Marina Poin atau tempat labuh yacht.

Selama ini, Kepri hanya memiliki dua lokasi labuh yacht yakni Marina Poin di Nongsa dan Bintan.

"Nanti kami akan mengusulkan pembangunan Marina Poin di Karimun dan beberapa di Anambas," kata Buralimar.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 4 April 2017

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help