BREAKINGNEWS: Pencabulan di Tanjung Uban, Pelaku Gerayangi Korban Depan Kamar Mandi

Pencabulan di Tanjung Uban, pura-pura ajak berenang begitu depan kamar mandi kolam renang pelaku gerayangi tubuh korban. Ini kejadiannya!

BREAKINGNEWS: Pencabulan di Tanjung Uban, Pelaku Gerayangi Korban Depan Kamar Mandi
dok
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Sungguh malang nasib ES (13). Dara belia yang masih duduk di bangku SMP ini menjadi korban kekerasan seksual di bawah umur oleh pemuda yang masih sekampung dengannya.

Baca: Saksi Ngaku Lihat Yang Wanita Tanpa Celana, Heboh Parkiran Mobil Pasangan Mesum

Mereka merupakan warga Kampung Cahaya Sari, Kelurahan Kota Baru, KecamatanTeluk Sebong.

ES menjadi korban pencabulan oleh AND. Kekerasan seksual yang dialami ES ini sebenarnya sudah berlalu dua pekan lalu, tepatnya pada 18 Maret 2017. Namun sayangnya kejadian itu baru terungkap pekan ini setelah keluarga korban tahu. Begitu tahu, keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Benar kami sudah menerima laporan dari keluarga korban, dan saat ini kami telah tindak lanjuti,"kata Kepala Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan, Selasa (4/4/2017).

Dijelaskannya, berdasarkan laporan, tindak pencabulan oleh Andre terhadap ES terjadi tepatnya di lokasi Karaoke dan kolam renang Melayu Berdendang, Jalan Indun Suri, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Bintan Utara, pada jam 12 siang.

Sebelum kejadian, korban berdasarkan laporan keluarga diajak berenang di Berdendang Melayu. Sebelum sampai di lokasi atau dua jam sebelum kejadian, ES diajak pelaku berenang. Korban menurut saja ke sana tanpa rasa curiga.

Tiba di tempat berenang, pelaku memanggil korban datang ke depan kamar mandi. Kepada korban, pelaku mengatakan ingin menyampaikan kabar penting. Lagi lagi korban pun menurut saja tanpa rasa curiga.

Baca: Ngeri! Orangtua Telepon Hape HP Bella Dijawab Polisi, Dikabari Putrinya Tewas Dibegal

"Sampai di depan kamar mandi, pelaku mendadak mengambil duit dari kantongnya Rp 50 ribu tiga lembar lalu diberikan ke korban,"ujar Adi Kuasa Tarigan.

Usai memberikan 3 lembar duit pecahan Rp 50 ribu, tanpa tedeng aling aling, tangan pelaku langsung main nyosor ke area sensitif korban di bagian dada sebelah kanan. Beberapa menit berselang, korban kembali memasukan tangannya ke dalam celanan korban. Tak sebatas itu, pelaku kembali menurunkan celana korban seraya menutup mulut korban menggunakan dengan telapak tangan.

Menyadari dirinya hendak digagahi, korban meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri. Dengan cara demikian, korban bisa kabur dari dekapan pelaku.

Polisi menggunakan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang - Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang - Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam menyelesaikan tindak kekerasan seksual dibawa umur ini.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved