Saatnya UMKM Tiru Kesuksesan Korea Selatan dan Singapura

Banyak negara setelah masuk middle income country mengalami stagnasi pertumbuhan. Indonesia harus bisa lolos seperti Korea Selatan dan Singapura.

Saatnya UMKM Tiru Kesuksesan Korea Selatan dan Singapura
TRIBUN BATAM/ISTIMEWA
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Ketua Pembina Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Johannes Loman (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kiri) menyimak penjelasan dari Ketua YDBA Henry C. Widjaja (kedua kiri) tentang kain tenun hasil karya salah satu mitra YDBA pada acara Seminar Makro Ekonomi YDBA di Jakarta (3/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menyentuh dasar (bottom) pada tahun 2016, tren perekonomian Indonesia pada tahun 2017 ini mulai pulih dan berjalan ke arah positif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Senin  (3/4/2017) dalam seminar makro ekonomi dengan tema Kondisi Ekonomi 2017 dan Tantangannya Bagi UMKM yang diadakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

“Tahun 2016 kita harapkan sudah bottom, sehingga tahun 2017 mulai positif. Indikator itu terlihat dari semua mesin ekonomi mulai berjalan normal. Faktor eksternal tidak lagi menjadi faktor pelemah ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Sri Mulyani di hadapan lebih dari 600 orang undangan, yang terdiri dari UMKM mitra YDBA bidang manufaktur, bengkel dan kerajinan, akademisi, pebisnis dan eksekutif Grup Astra.

Hadir dalam seminar tersebut Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dan jajaran direksi, Ketua Pembina YDBA Johannes Loman, Ketua Pengawas YDBA Lina Djafar dan Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja.

Seminar makro ekonomi merupakan tradisi Astra melalui YDBA untuk mengedukasi mitra UMKM agar memahami dan mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan ekonomi, sehingga mereka dapat dengan cerdas merumuskan setiap perencanaan bisnisnya.

Tidak hanya itu, para UMKM diharapkan dapat memanfaatkan informasi yang disampaikan oleh Menteri Sri Mulyani dalam menyiasati kondisi ekonomi tahun 2017.

Menteri Sri Mulyani menambahkan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi seperti pertumbuhan konsumsi domestik yang dalam 1 dekade ini tumbuh 5,7%, investasi yang tumbuh 6,8% dalam 1 dekade terakhir, serta belanja pemerintah, ekspor minus impor diharapkan dapat menjadi bantalan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah tren positif itu, ujarnya, pemerintah Indonesia memiliki instrumen untuk mendorong pertumbuhan tersebut, yakni anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang kredibel dan kuat.

“Jika 10 tahun lalu, kita berbicara bagaimana mendapatkan dana untuk membiayai belanja negara, tetapi saat ini adalah bagaimana kita membelanjakan APBN dengan berkualitas dan lebih baik,” tuturnya.

Lolos Dari Middle Income Trap

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help