Tim WFQR IV Lanal Batam Amankan Speedboat Bawa 125 Boks Rokok yang Mau Dibawa ke Kijang

Danlantamal mengatakan, modus yang mereka gunakan, membawa barang-barang tersebut pada malam hari guna menghindari petugas

Tim WFQR IV Lanal Batam Amankan Speedboat Bawa 125 Boks Rokok yang Mau Dibawa ke Kijang
DOKUMENTASI TIM WFQR
Kotak-kotak berisi rokok tanpa cukai yang ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam, Senin (3/4/2017) malam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Setelah mengintai cukup lama akhirnya speed boat yang akan menyelundupkan rokok tanpa cukai berhasil ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam, Senin (3/4/2017) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Speedboat tanpa nama itu sudah menjadi Target Operasi (TO) WFQR IV, karena selama ini terkenal licin.

Speedboat bermesin 200 PK dengan 3 ABK itu diamankan di perairan Tanjung Cakang Pulau Galang dengan muatan rokok tanpa cukai sebanyak 125 boks atau sekitar 10.000 sloop.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speedboat dengan tujuan Tanjung Dato Pulau Kijang, itu membawa rokok tanpa cukai atas nama pemilik berinisial H, beralamat Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada Surat Persetujuan Berlayar (SPB),tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam/FTZ yang akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan dibawa ke wilayah lainnya,” ujar Irawan, melalui rilis yang diterima Tribun Batam, Selasa (‎4/4/2017).

Danlantamal mengatakan, modus yang mereka gunakan, membawa barang-barang tersebut pada malam hari guna menghindari petugas dan membawanya keluar Batam secara sembunyi-sembunyi.

Mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi HP dengan orang-orang yang sudah menunggu dipelabuhan tertentu, bila aman mereka masuk.

Barang bukti speed boat dan rokok di serahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut.

Dari kalkulasi sementara potensi kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp 1 Miliar.

"Potensi kerugian negara dari kegiatan ini sekitar miliaran. Ini jelas sangat meresahkan," katanya.

Danlantamal telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran di bawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus di seluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan seperti ini dapat ditekan.

Dia juga menjelaskan akan mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan ilegal di laut terutama penyeludupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas, karena kita mempunyai pola operasi.

Seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan, titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi," kata Irawan.

Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan di laut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan ilegal seperti penyeludupan rokok. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help