TribunBatam/

Mustika Rasa

Berburu Olahan Daging Kelinci? Coba ke Rumah Makan Rabbite’s. Satenya Empuk dan Rendah Lemak

Kelinci yang dijadikan santapan di rumah makan ini bukanlah kelinci lucu yang banyak dipelihara orang, melainkan kelinci yang khusus diternak.

Berburu Olahan Daging Kelinci? Coba ke Rumah Makan Rabbite’s. Satenya Empuk dan Rendah Lemak
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI
Sate Kelinci 

SATU lagi jenis wisata kuliner hadir di Batam yakni sate dan sup kelinci yang diolah oleh Rumah Makan Rabbite’s. Kehadiran Rabbite’s tentu saja menambah panjang daftar kuliner yang bisa kamu kunjungi.

Rubbite’s ini memang baru dibuka. Grand openingnya pada Sabtu (1/4) lalu. Tempatnya ada di Pujasera Tiban Centre Kav. 20, Batam.

Iwan Hermawan selaku pemilik Rabbite’s menjelaskan, kelinci yang dijadikan santapan di rumah makan ini bukanlah kelinci lucu yang banyak dipelihara orang, melainkan kelinci yang khusus diternak untuk konsumsi.

Hidangan berbahan daging kelinci di Rumah Makan Rabbite’s
Hidangan berbahan daging kelinci di Rumah Makan Rabbite’s (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

Ukuran badannya juga jauh lebih besar dari kelinci peliharaan.Jadi, kamu yang ingin mencoba menu kelinci tidak perlu ragu dan kasihan karena kelincinya memang khusus diternak untuk dimakan.

Iwan menambahkan, daging kelinci memiliki banyak khasiat dan baik untuk diet sehat. Daging kelinci juga berkhasiat meningkatkan kesuburan wanita dan pria, mencegah penyakit jantung, sumber nutrisi, mengurangi resiko tekanan darah tinggi, menyembuhkan asma, mencegah kanker, meningkatkan vitalitas pria, menjaga kesehatan bagi lansia, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

"Daging kelinci ini rendah lemah, jadi mengurangi resiko kolestrol,”kata Iwan.

Untuk mejaga khasiat daging kelinci, Iwan pun mengolahnya hanya dalam bentuk sate dan sop, tidak dalam bentuk gulai atau digoreng.

Daging kelinci yang diolah di sini, didatangkan dari Bandung, tepatnya Pangalengan. Kelinci yang berasal dari kelompok peternak yang tidak memakan rumput tetapi memakan limbah sayuran, sehingga disebut dengan kelinci pedaging.

Kelinci yang diambil dagingnya berusia sekitar tujuh bulan ke atas yang memang memiliki tekstur daging masih lembut. Selain tekstur dagingnya lembut, juga mengeluarkan aroma yang sedap menggunakan bumbu yang khas yang juga berasal dari Bandung.

Sup daging kelinci di Rumah Makan Rabbite’s
Sup daging kelinci di Rumah Makan Rabbite’s (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

Rasa lembut dan gurihnya daging kelinci juga semakin terasa dengan sambal kecap dengan potongan cabai rawit dan bawang goreng di atasnya.

Halaman
123
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help