Kedubes Laos Mengakui Warganya Bermasalah di Karimun, Imigrasi Segera Deportasi

Kedubes Laos mengaku ada warga bermasalah dengan imigrasi Karimun, segera dideportasi ke kampung halaman

Kedubes Laos Mengakui Warganya Bermasalah di Karimun, Imigrasi Segera Deportasi
tribunbatam/rachta yahya
Ilustrasi. Suasana ekspos penangkapan lima WNA di Karimun. Imigrasi menduga kelima korban perdagangan manusia dengan modus kerja di Malaysia lewat Indonesia, Senin(20/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kedutaan besar Laos akhirnya mengeluarkan pengakuan perihal warga negaranya yang bermasalah perihal keimigrasian di Indonesia, Tim Budsari.

Baca: Ngenes! Gadis Ini Tewas Ditusuk Begal hingga Ususnya Terburai, Ini Tangis Orangtuanya!

Baca: Blak-Blakan Kawin Kontrak Dikasih Rp 1 Miliar, Luna: Yang Penting Layani Razman Selama 1 Tahun!

Dengan adanya pengakuan itu selanjutnya Kedutaan Besar Laos akan mengeluarkan dokumen perjalanan terhadap Tim. Dan, dengan adanya pengakuan tersebut maka pihak Imigrasi akan dapat melanjutkan penindakan terhadapnya, yakni pendeportasian.

"Kita sudah koordinasi dengan kedutaan besar Laos. Dan kemarin diakui. Jadi nanti diberikan dokumen perjalanan dari kedutaan. Dengan begitu baru bisa kita deportasi," jelas Kasubsi Pengawasan Keimigrasian, Irvin Riko Saptoni, Selasa (5/4/2017).

Tim akan segera dipulangkan negaranya setelah semua proses selesai. Bayi Tim yang lahir di Tanjungbalai Karimun beberapa bulan lalu juga akan ikut dideportasi. Karena berdasarkan undang-undang imigrasi, status bayi tersebut adalah warga negara asing.

"Anaknya masih warga negara Laos. Tapi nanti jika ada WNI yang mengakui sebagai anaknya. Maka dengan keputusan pengadilan maka bisa jadi WNI," terang Irvin.

Saat ini Tim dan bayinya berada di tempat Novian, yang disebut Tim sebagai ayah biologis anaknya. Ia tidak ditahan karena harus menjaga dan merawat bayinya yang baru berusia sekitar dua bulan itu.

"Alasannya karena kemanusiaan. Sekarang berada di rumah suaminya karena anaknya masih dalam kondisi menyusui. Tapi dia wajib lapor," ujar Irvin.

Sebelumnya Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Berthi Mustika menjelaskan Tim masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. Dari hasil pemeriksaan, Tim terlebih dahulu ke negara Thailand dan melanjutkan ke Malaysia. Namun karena overstay di Malaysia masuk dengan cara ilegal ke Indonesia. Tim sendiri diamankan petugas setelah dua hari melahirkan bayinya.

"Kemungkinan dia masuk Indonesia lewat jalur ilegal menggunakan pompong-pompong dan dalam keadaan hamil," kata Bherti. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved