Pertama di Indonesia, Yayasan Cinderella Indonesia dan OJK Latih Napi Atur Keuangan

Ini pertama di Indonesia. Kalau di hotel, atau di universitas atau tempat lainnya mungkin sudah sering. Tetapi kalau di Rutan atau Lapas baru kali ini

Pertama di Indonesia, Yayasan Cinderella Indonesia dan OJK Latih Napi Atur Keuangan
Tribun Batam/Ian Sitanggang
Para warga binaan di Rutan Barelang mendapat pelatihan melek keuangan yang digelar oleh Yayasan Cinderella Indonesia Center dan Otoritas Jasa Keuangan Kepri, Rabu (5/4/2017). 

Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang

BATAM .TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Untuk pertama kalinya di Indonesia, warga binaan di rumah tahanan mendapat pelatihan terkait keuangan.

Sebanyak 80 warga binaan, khususnya perempuan, mendapatkan sosialisasi dan pelatihan Gerakan Melek Keungan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), Rabu (5/4/2017).

Kegiatan ini dimotori oleh Yayasan Cinderella From Indonesia Center, (CFIC) yang selama ini memang sering memberikan berbagai pelatihan kreativitas bagi kalangan napi.

Ketua CFIC Lusia Efriani Kiroyan mengatakan, potensi dan kreatifitas warga binaan ini sudah mulai muncul ke permukaan, bahkan sudah ada yang dipasarkan.

Namun, masalah utama yang mereka hadapi selama ini adalah dalam hal mengatur keuangan.

"Selama ini kan, kita sudah bekerjasama dengan pihak Rutan, memberikan kegiatan kepada warga binaan, seperti membuat batik girl bagi napi wanita. Kita juga memberikan upah dari hasil pekerjaan mereka. Namun saya terbebani oleh masalah umum yang dihadapi mereka, yakni terkait pengaturan keuangan,” katanya.

Hal itulah yang menjadi dasar wanita yang akrab dipanggil Lusi ini untuk memberi pelatihan kepada para warga binaan.

Hal ini diyakini tidak hanya berguna saat mereka di Rutan, tetapi juga ketika mereka memulai hidup baru setelah bebas nanti.

Ketika hal ini diusulkan ke OJK Kepri, gayung bersambut.

Alhasil, OJK pun memberikan sosialisasi bertajuk “Gerakan Melek Keungan” bagi para napi.

"Ini pertama di Indonesia. Kalau di hotel, atau di universitas atau tempat lainnya mungkin sudah sering. Tetapi kalau di Rutan atau Lapas baru kali ini," kata Lusi.

Lusi perharap para narapidana, khususnya perempuan, ke depan bisa lebih cerdas dan lebih bijak dalam mengelola keungan mereka.

Lusi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah banyak bekerjasama dengan Lapas dan Rutan yang ada di Indonesia untuk membuat cendramata batik girl.

"Setiap narapidana perempuan yang kita berikan pelatihan di setiap rutan dan Lapas di Indonesia, seperti membuat batik girl. Karena mereka mendapat upah, kita ingin mereka bisa mengelola keuangan mereka dengan baik," kata Lusi.

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help