Terkait Desakan Pembubaran DPD RI, OSO: Boleh-boleh Saja

Kericuhan yang terjadi di sidang paripurna Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Senin (4/4/2017) semakin menambah panjang daftar keburukan DPD RI selama ini

Terkait Desakan Pembubaran DPD RI, OSO: Boleh-boleh Saja
TRIBUNNEWS.com
Ricuh DPD RI, Rebutan Mikrofon, Saling Dorong hingga Adzan Berkumandan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kericuhan yang terjadi di sidang paripurna Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Senin (4/4/2017) semakin menambah panjang daftar keburukan DPD RI selama ini.

Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Mashuri Mashuda menilai layak bila DPD dibubarkan.

Ia menyebut sebelumnya selama sekitar tiga tahun terakhir anggota DPD hanya sibuk bertengkar satu sama lain untuk memperebutkan kekuasaan.

Setelah itu anggota DPD ramai-ramai masuk ke Partai Hanura, setelah salah seorang anggota DPD, Oesman Sapta Odang secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura.

"Maka kita patut untuk mengkaji ulang, perlukah DPD untuk dibubarkan," ujarnya.

Mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Unsur Partai Politik (Parpol) di DPD memang bukanlah hal yang dilarang. Namun bukan berarti putusan MK itu bisa dijadikan dasar agar anggota DPD bisa ramai-ramai masuk ke partai politik seperti yang terjadi saat ini.

Sejatinya DPD adalah lembaga yang bertanggungjawab menyerap aspirasi daerah, untuk kemudian disusun sebagai sebuah kebijakan nasional. Jika ternyata Ketua DPD serta sebagian besar anggotanya adalah anggota partai yang sama, maka DPD akan berubah menjadi fraksi tambahan.

"Seharusnya DPD tidak mewakili partai tapi mewakili daerah. Jika memang ini, institusi yang kita harapkan bisa merespresentasi aspirasi daerah dan (kini) dikuasai oknum politik, kami berharap agar dibubarkan," katanya.

Peneliti dari Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menganggap nilai-nilai keaslian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai lembaga representasi daerah hilang. Menyusul terpilihnya Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Oesman Sapta Odang terpilih secara aklamasi sebagai Pimpinan DPD bersama Nono Sampono dan Darmayanti Lubis. Selain proses pemilihan yang sempat berlangsung ricuh itu memalukan, dia melihat pula ruh DPD yang bukan dari partai politik menjadi hilang.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved