Penyekapan Anak di Seraya

Atuk Residivis di Singapura, Sempat Dibujuk Kawannya dan Konsulat, Namun Gagal

Anwar sendiri mendatangi rumah Atuk karena pria 60 tahun itu menghubunginya dan meminta tolong dihubungkan dengan konsulat.

Atuk Residivis di Singapura, Sempat Dibujuk Kawannya dan Konsulat, Namun Gagal
Tribun Batam/Danang Setiawan
Kamarulzaman alias Atuk (berkaos hitam) di Mapolresta Barelang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -Sebelum polisi pelakukan upaya paksa untuk mengakhiri penyekapan anak oleh ayahnya, Kamarulzaman alias Atuk, sempat terjadi negosiasi.

Negosiasi itu dilakukan oleh Konsulat Singapura dan sahabat dekatnya bernama Anwar.

Anwar sendiri mendatangi rumah Atuk karena pria 60 tahun itu menghubunginya dan meminta tolong dihubungkan dengan konsulat.

"Tolong penuhi permintaanku, rumahku sudah dikepung polisi," ujar Anwar menirukan ucapan Atuk.

Ia yang terkejut dengan permintaan Atuk tersebut langsung mendatangi rumah kawannya itu.

Ucapan Atuk benar adanya.

Saat Anwar tiba, ia melihat polisi sudah ramai mengepung rumah tersebut.

Anwar pun akhirnya menghubungi Konsulat Singapura di Batam.

Bahkan rekan Atuk ini sempat masuk ke rumah bersama-sama perwakilan konsulat untuk bernegoisasi.

Namun negoisasi tersebut gagal.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help