Rombongan Panglima TNI Keluhkan Kualitas Layanan Ponsel. Bupati: Negara Harus Hadir di Anambas

Sejumlah keluhan disampaikan beberapa pejabat TNI yang ikut rombongan Panglima TNI saat berada di Anambas

Rombongan Panglima TNI Keluhkan Kualitas Layanan Ponsel. Bupati: Negara Harus Hadir di Anambas
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengecek landing station penyedia jasa telekomunikasi asing di Des Tarempa Barat Kecamatan Siantan, Anambas, Kamis (6/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kualitas layanan telepon seluler tidak hanya menjadi keluahan sehari-hari warga Anambas, tetapi turut dirasakan tamu yang datang ke Anambas.

Sejumlah keluhan disampaikan beberapa pejabat TNI yang ikut rombongan Panglima TNI saat berada di Anambas.

"Sinyalnya susah betul ya," kata seorang anggota TNI berpangkat Bintang dua saat berada di lokasi landing station penyedia jasa telekomunikasi asing Kamis (6/4/2017).

Keluhan kualitas layanan telekomunikasi, juga disampaikan perwakilan Kemenkopolhukam Kolonel Pontjo Wasono.

Ia mengaku kesulitan melakukan pangggilan telepon.

Layanan pesan singkat yang masuk ke telepon genggamnya pun, seketika masuk bertubi-tubi ketika sinyal tengah bagus.

"Iya, sinyalnya kok seperti ini ya. Sayang sekali ini," katanya.

Bupati Anambas Abdul Haris pun menyinggung soal kualitas layanan telekomunikasi ini saat menyampaikan kata sambutan.

Bupati menyampaikan bahwa kualitas layanan telekomunukasi ini berpengaruh pada aktivitas masyarakat di Anambas.

Haris mengaku heran dengan kapasitas bandwidth yang diturunkan provider dengan alasan merugi di Anambas.

"Mereka katakan rugi belasan miliar Rupiah. Itu disampaikan kepada kami, makanya dikurangi bandwidth di Anambas ini.

Sebagai daerah terluar dan perbatasan, kalau hitung untung rugi saya kira tidak masuk, Pak.

Saya berharap Negara harus hadir di Anambas agar hal-hal yang strategis bisa diatasi," kata Bupati.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 7 April 2017

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help