Penyekapan Anak di Seraya

Saat Polisi Mendobrak Pintu, Atuk Langsung Peluk Maisa yang Sedang Nonton TV

Tidak mudah bagi jajaran kepolisian dari Polresta dan Brimobda Polda Kepri untuk menyelamatkan Maisa dari sekapan ayahnya, kamarulzaman alias Atuk

Saat Polisi Mendobrak Pintu, Atuk Langsung Peluk Maisa yang Sedang Nonton TV
Tribun Batam/Danang Setiawan
Neng memeluk anaknya, Maisa, setelah berhasil diselamatkan polisi dari penyekapan ayahnya, Atuk, Kamis (6/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tidak mudah bagi jajaran kepolisian dari Polresta dan Brimobda Polda Kepri untuk menyelamatkan Maisa dari sekapan ayahnya, Kamarulzaman alias Atuk, Kamis (6/4/2017) malam.

Polisi, dibantu psikolog dan anggota Konsulat Singapura serta kawan Atuk bernama Anwar, berusaha membujuk pria itu untuk menyerah.

Namun negosiasi gagal sehingga kepolisian akhirnya mendobrak rumah itu untuk menyelamatkan Maisa.

“Kita sudah lakukan tahapan sesuai prosedur. Seperti kawan-kawan lihat sendiri, kita coba bernegosiasi, tapi gagal. Akhirnya kita lakukan operasi ini,” kata Hengki usai penyelamatan sandera yang mencekam tersebut di lokasi.

Dobrakan pintu rumah Atuk ini sangat keras sehingga mengejutkan ratusan warga yang menonton drama itu dari kejauhan.

Menurut informasi, saat polisi merangsek masuk, Maisa tengah asyik menonton televisi.

Gadis delapan tahun ini pun terkejut.

Namun, ia semakin syok karena ayahnya yang tengah duduk tak jauh darinya langsung menarik dirinya.

Atuk langsung memeluk erat Maisa.

Di tengah-tengah senjata tajam yang berserakan, polisi pun bersusah payah melepaskan pelukan Atuk terhadap Maisa.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help