Penyekapan Anak di Seraya

Emosi Atuk Memuncak Setelah Dikatai Ini Oleh Istrinya

Kamarulzaman‎ Bin Abdul Rahman, pria berkewarganegaraan Singapura yang biasa disapa Atuk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menyekap Maisa.

Emosi Atuk Memuncak Setelah Dikatai Ini Oleh Istrinya
Tribun Batam/Danang Setiawan
Neng memeluk anaknya, Maisa, setelah berhasil diselamatkan polisi dari penyekapan ayahnya, Atuk, Kamis (6/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Kamarulzaman‎ Bin Abdul Rahman, pria berkewarganegaraan Singapura yang biasa disapa Atuk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menyekap Maisa, putri angkatnya di Perumahan Seraya Garden, Kamis (6/4/2017).

Meski Atuk bersikeras mengatakan bahwa dirinya tidak menyekap Maisa, namun pria yang telah 14 kali keluar masuk penjara tersebut harus tetap berhadapan dengan hukum.

"Saya sayang sama dia. Nggak ada saya sekap, mana ada saya sekap dia. Dari kecil saya gendong dia, manalah mungkin saya sekap dia. Saya marah karena dipisahkan dengan dia," ujar Atuk di ruangan penyidik.

Baca: Atuk: Mana Ada Saya Sekap Dia. Saya Marah Karena Dipisahkan

Baca: Enam Fakta Menarik dalam Sidang KTP Elektronik Keenam

Baca: Atuk Ditahan Polisi, Begini Kondisi Rumah Tempat Penyekapan Maisa

Kepada polisi, Atuk mengaku hanya rindu pada Maisa. Selain itu, perbuatan nekatnya menjemput Maisa dari sekolah karena Atuk mengaku merasa sakit hati dengan Neneng Nurhayati, istrinya.

Tak cuma, membawa anaknya pergi, Neneng juga dianggapnya tega mengatai ia gembel.

"Sakit hati saya. Habis semua harta saya untuk dia, tapi saya dibilang gembel. Pas dia datang itulah, dia bilang saya gembel," ucapnya. (*)

Baca: Mendadak Berondong Suriah dengan 60 Rudal Tomahawk, Ini Alasan Amerika Serikat

Baca: AirAsia Sediakan Internet Selama Penerbangan, Penumpang Bisa Nonton Film hingga Belanja Online

Baca: Atuk Sering Marah-marah Setelah Bercerai. Anak Kos pun Ikut Diusir dan Tetangga Dilempari

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Sabtu 8 April 2017

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved