TribunBatam/

Pilu! Betapa Sedih Ayah Ini, Tidak Keburu Pegang Anaknya Terjatuh Dari Lantai Tiga Rusunawa

Betapa sedihnya ayah ini, tidak keburu pegang anaknya terjatuh dari lantai tiga Rusunawa. Ini penampakannya!

Pilu! Betapa Sedih Ayah Ini, Tidak Keburu Pegang Anaknya Terjatuh Dari Lantai Tiga Rusunawa
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Iwan Darmawan (35) ayah bocah yang terjatuh dari lantai tiga Rusunawa Kaligawe tampak sedih. Dia cium cium kening anaknya dalam pembaringan di RSI Sultan Agung Semarang, Jumat 7 April 2017 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG- Iwan Darmawan (35) ayah bocah yang terjatuh dari lantai tiga Rusunawa Kaligawe tampak sedih. Bocah bernama Wandafa Aldiyansyah (3) itu sempat berlari-lari saat bermain dengan kakaknya di rusunawa tersebut.

Baca: Heboh! Cantiknya Istri Bandar Narkoba Beromzet Rp 1,2 Triliun, Ternyata Dia Bisnis Begini

Baca: Edan! 3 Pria Ini Cabuli Bergilir Gadis Penjaga Kedai Kopi, Pelaku Robek Celana Korban

Baca: Terbongkar! Inilah Wanita Otak Begal Yang Bunuh Bella Dengan Sadis

Kala itu Iwan Darmawan buang sampah di tempat sampah Rusunawa di lantai tiga. Di lokasi itu si anak main dengan kakaknya berlari-lari. Sementara ada pagar di dekat tempat sampah yang rusak, alias copot satu batang besi.

"Saya tidak tahu adiknya dikejar kakaknya. Kok dengar krusek... maka sampah yang tadinya kupegang langsung kutaruh. Saya reflek dan kukejar badan Wandafa, namunt idak keburu," kata Iwan Darmawan sambil menunggu balitanya yang kini terbaring di perawatan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Jumat (7/4/2017).

Sesekali sang ayah tampak mencium kening anaknya di dipan rumah sakit tersebut. Pantauan Tribun Jateng bocah berumur tiga tahun tersebut dirawat di ruang ICU dan belum sadarkan diri. Selang bantuan pernafasan juga terpasang di tubuh korban.

Orangtua korban Iwan Darmawan (35) tampak berkaca-kaca saat di temui Tribun Jateng. Sesekali Ia mencium dan mengelus kening anaknya.
Mencium kening agak lama, tampak bersedih dan penuh harap akan kesembuhan sang putra.

Iwan mengatakan anaknya mengalami cedera di bagian kepala, dan punggung.

Kejadian tersebut berawal ketika dirinya akan membuang sampah di bak penampungan yang terletak di lantai tiga. Awalnya, ia tidak mengetahui bahwa pagar pembatas rusunawa bolong.

"Anak saya nurut. Kemana-mana selalu mengikuti saya. Tadi pas kebetulan mau buang sampah ibunya pas masak," tuturnya.

Menurutnya pagar pembatas di Rusunawa baru saja hilang. Awalnya kondisi pagar tersebut keropos dan hilang.

"UPTD pernah ngecek tapi belum ditangani," tuturnya.

Saat ini pria yang bekerja sebagai buruh di pabrik sepatu hanya pasrah dengan kondisi anaknya. Ia tidak tahu bagaimana membayar biaya pengobatan anaknya. "Saya bawa ke rumah sakit ini dulu. Saya belum tahu bagaimana membayarnya," tutur Iwan Darmawan. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help