Liga Spanyol

Pelatih Luis Enrique Pertanyakan Kartu Kuning Bagi Neymar Gara-gara Mengikat Tali Sepatu

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengkritik keputusan wasit Jesus Gil Manzano, yang memimpin duel kontra Malaga

Pelatih Luis Enrique Pertanyakan Kartu Kuning Bagi Neymar Gara-gara Mengikat Tali Sepatu
YOUTUBE
Neymar menerima kartu merah dari Wasit Jesus Gil Manzano saat Barcelona melawan Malaga pada La Liga mdi Nou Camp, Minggu (9/4/2017) dinihari WIB 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengkritik keputusan wasit Jesus Gil Manzano, yang memimpin duel kontra Malaga di Stadion La Rosaleda, Sabtu (8/4/2017).

Barcelona kalah 0-2 dalam partai lanjutan La Liga itu.

Dwigol Malaga diciptakan Sandro Ramirez dan Jonathan Rodriguez Menendez.

Laga itu turut diwarnai pengusiran Neymar yang menerima dua kartu kuning. Kartu kuning pertama dipicu aksi Neymar mengikat sepatu di depan bola.

Baca: Neymar Kartu Merah, Barcelona Tumbang di Nou Camp

Baca: Hasil Seri Derby Madrid, Pepe Jadi Tumbal. Begini Kondisinya

Baca: DerbI Madrid, Antoine Griezmann Gagalkan Kemenangan Real Madrid

Wasit menganggap Neymar coba menghalangi pemain Malaga melakukan tendangan bebas.

Pertimbangan ini mengundang kritik dari Enrique.

"Saya melihat bahwa interpretasi dari kartu kuning sangat spesial," tutur Enrique.

"Kami harus berhati-hati karena tekel dari belakang bisa tidak berbuah kartu kuning. Adapun aksi mengikat sepatu malah diganjar kartu kuning," ucap Dia.

Dengan kartu merah itu, Neymar pun harus melewatkan satu partai melawan Real Sociedad di Stadion Camp Nou, Sabtu (15/4/2017).

Dia baru kembali satu pekan berselang atau Minggu (23/4/2017), ketika Barcelona melawat ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu.

Duel bertajuk El Clasico itu bakal sangat memengaruhi perebutan gelar.
Pasca-kekalahan dari Malaga, Barcelona tertinggal tiga poin dari sang rival di klasemen sementara.

"Masih ada jalan panjang di liga," ujar Enrique yang masih bersikap optimistis dengan titel juara.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help