Haripinto Reses di Kepri, Warga Keluhkan Minimnya Lapangan Kerja

Properti nggak bisa transaksi, kesulitan. Kendalanya pengurusan izin BP Batam. Itu parah sekali. Semestinya BP Batam itu harus dievaluasi total

Haripinto Reses di Kepri, Warga Keluhkan Minimnya Lapangan Kerja
Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja saat reses di Kecamatan Lubukbaja Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Semakin sempitnya lapangan kerja menjadi keluhan hampir semua warga di beberapa kabupaten/kota di Kepri.

Hal itu juga diungkapkan warga kepada DPD RI Haripinto Tanuwidjaja saat reses di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga.

Haripinto juga menghadiri beberapa Musrenbang, baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

Menurut Haripinto, masyarakat banyak mengeluhkan kondisi ekonomi Kepri saat ini.

"Di setiap daerah beda-beda keluhannya, pastinya soal infrastruktur paling banyak. Selain itu soal lapangan kerja. Sekarang tingkat pengangguran parah, termasuk di Batam," ujar dia.

Minimnya lapangan kerja di Batam menurut dia dikarenakan beberapa sektor industri di Batam terpengaruh kondisi ekonomi global.

Bahkan ada juga sektor yang tidak berjalan, seperti sektor properti.

"Properti nggak bisa transaksi, kesulitan. Kendalanya di pengurusan izin di BP Batam. Itu parah sekali. Semestinya kinerja BP Batam itu memang harus dievaluasi total. Ibaratnya, yang nggak bisa kerja itu harusnya diganti. Inikan pelayanan mendasar, kalau nggak bisa bagaimana," ucapnya.

Akibat terhentinya sektor ini, bukan hanya mempengaruhi pengusaha properti saja, namun juga perbankan, termasuk keuangan daerah yang tidak bisa menambah pemasukan dari pajak.

"Kalau kondisi ekonomi global, persaingn dengan Vietnam, Thailand dan semuanya. Sektor properti juga macet makin terpuruk. Komite yang bersangkutan harusnya menindaklanjuti juga, ini bukan cuma masalah UWTO saja, tapi soal pelayanan publik,” tuturnya.

Ia menceritakan, saat pertemuannya terakhir kali bersama satu di antara Deputi BP Batam, dijanjikan bahwa pelayanan pengurusan lahan akan selesai akhir 2016.

"Pak Gusmardi saat talkshow bersama kami mengatakan akhir 2016 selesai. Sementara ini sudah mau akhir kuartal pertama 2017 masih begitu-begitu saja," kata dia.

Warga Perumahan MKGR dan Senawangi senang gorong-gorong dibersihkan.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved