Heboh Tarif Kamar Hotel Fiktif! Anggota DPRD Bintan Ini Justru Tuding Soal Bocor Pembocor!

Heboh isu penggelembungan tarif kamar hotel fiktif bikin muram DPRD Bintan. Anggota DPRD ini tuding ada kebocoran dan pembocoran. Apa maksudnya?

Heboh Tarif Kamar Hotel Fiktif! Anggota DPRD Bintan Ini Justru Tuding Soal Bocor Pembocor!
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Ruangan DPRD Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Ada suasana berbeda di kantor DPRD Bintan pada Senin (10/4). Kabar tentang isu dana fiktif penginapanan perjalanan dewan di komisi III yang muncul di halaman sejumlah media masih menjadi perbincangan hangat di gedung itu.

Baca: Mencuat Isu Tarif Kamar Fiktif! Kantor DPRD Bintan Mendadak Muram!

Baca: Komisi III DPRD Bintan Gelembungkan Tarif Kamar Hotel? Ini Penjelasan Kejari Tanjungpinang

Baca: Jaksa Tuntut Hukuman Mati Polisi Ini, Keluarga Korban Langsung Bersorak. Ini Alasan Jaksa!

Baca: Tragis, Pengantin Baru Gantung Diri Ternyata Hamil 4 Bulan, Janin Dipisahkan saat Dikubur

Baca: Berbahagialah! Inilah 4 Efek Menakjubkan Doyan Minum Air Putih Hangat Bagi Tubuh Anda!

Di ruang komisi III, Fiven Sumanti, yang namanya disebut sebut dalam pemberitaan itu tampak duduk terdiam. Dalam ruangan Fiven sendiri. Dia menarik nafas dalam, begitu media menyinggung kembali isu dana fiktif itu.

"Ibu biasa saja ya. Mohon maaf, bila kemarin teman teman menghubungi saya tak angkat. Ibu kemarin mengantar orang sakit,"kata Fiven.

Fiven mempertanyakan, dimana unsur pidana penggelebungan atau dana fiktif yang kemudian dibahasakan sebagai korupsi perjalanan kunker. Kalau mau jujur kata Fiven, justru dewan malah nombok. Sebab biaya perjalanan nginap sudah diatur berapa jumlahnya, tak lebih dari Rp 1 juta.

"Ibu juga bingung. Kan begini, kita kan diurus (perjalanan), misalnya mau menginap. Kita dalam perjalanan itu bayar dulu (kontribusi), nanti baru diklaim kemudian, karena uangnya ndak bisa langsung keluar. Dalam keadaan itu, malah kalau mau dibahasakan kita nombok malah. Dan yang perlu diketahui juga, dokumen invoice itu kan susah diaudit sama BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), nah pertanyaan letak korupsinya dimana?"kata Fiven.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help