Palsukan Dokumen, Oknum PNS Ini Harus Berurusan dengan Polisi

Adapun dokumen palsu yang dibuatnya pun beragam, mulai dari KTP elektronik, akta nikah, akta lahir dan kartu keluarga.

Palsukan Dokumen, Oknum PNS Ini Harus Berurusan dengan Polisi
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Kapolresta Barelang, AKBP Hengki saat ekspos penangkapan tersangka kasus pemalsuan dokumen, Selasa (11/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Baru dua tahun merasakan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di DPRD Provinsi Kepri, Riki Himawan (31) kini harus mendekam di penjara. Pria itu diciduk dari rumah kost nya di Perumahan Cipta Land, Sekupang, Senin (20/3/2017) lalu ‎sekitar pukul 22.00.

Ia ditangkap saat sedang membuat dokumen palsu. Adapun dokumen palsu yang dibuatnya pun beragam, mulai dari KTP elektronik, akta nikah, akta lahir dan kartu keluarga. Tak cuma Riki, anggota Polsek Lubuk Baja pun ikut mengamankan rekannya, Rahayu Ningsih (42).

"Penangkapan ini berdasarkan info masyarakat. Mereka berdua ini teman, sudah kenal sejak tahun 2015. Sejak itu pula ada pembicaraan mereka berdua untuk melakukan pemalsuan dokumen," ujar Kapolresta Barelang, AKBP Hengki saat ekspos, Selasa (11/4/2017).

Keduanya memiliki peran masing-masing. Rahayu bertugas mencari stok blanko kosong untuk diberikan kepada Riki Himawan. Sedangkan Riki bertugas mencetak blanko kosong itu dengan data pemesan dokumen palsu.

"Dia (Rahayu) dapat lagi ‎blanko ini dari seseorang bernama Ardiansyah. Dia dapat seharga Rp 25 ribu. Kami masih dalami lagi, Ardiansyah ini dapat stok darimana. Kita masih dalami sejauh apa keterlibatan Ardiansyah," katanya. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help