Berharap Mustahik bisa Jadi Muzakki, Ini yang Dilakukan Kanwil Kemenag Kepri

Bantuan tersebut bersumber dari dana yang terhimpun pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Kepri, yang diajukan kepada Baznas Kepri.

Berharap Mustahik bisa Jadi Muzakki, Ini yang Dilakukan Kanwil Kemenag Kepri
Istimewa
Ilustrasi Zakat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kantor Wilayah (kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau menggelar pembinaan di Desa Binaan Zakat. Kegiatan itu dipusatkan di Masjid Nurul Jihad, Tanjungpinang, Selasa (11/4/2017).

Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Dan Wakaf Kanwil Kemenag Kepri, Afifah Mardiyah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membina masyarakat yang berada di Desa Binaan Zakat. Kanwil Kemenag Kepri sudah rutin melakukannya selama lebih dari tujuh tahun.

“Kegiatan ini disejalankan dengan kegiatan safari hari besar Islam dan pemberian bantuan kepada warga anggota Desa Binaan Zakat," kata Afifah dalam rilis yang diterima Tribun.

Pemberian bantuan itu, lanjutnya, bersumber dari dana yang terhimpun pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Kepri, yang diajukan kepada Baznas Kepri. Afifah menjelaskan, pembentukan Desa Binaan Zakat di Tanjung Sebauk bermula pada 2010.

Jumlah anggota semula 10 orang. Namun hingga kini jumlah anggota terus bertambah menjadi 21 orang. Dengan kegiatan pembinaan dan penyaluran zakat, Afifah berharap para anggota Desa Binaan Zakat termotivasi mengembangkan jenis usahanya.

“Target awal bagaimana warga yang semula mustahik bisa menjadi muzakki dan dapat membantu warga lainnya," ujar dia.

Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri, Erman Zaruddin mengatakan, pihaknya sengaja mengemas berbagai kegiatan keagamaan dalam bentuk safari. Tujuannya agar lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Hari ini kita lakukan safari di Tanjungpinang, besok di Batam dan akan menyusul di Karimun dan daerah lainnya secara bertahap," ujar Erman.

Erman menyebutkan, ada dua instrument sumber ekonomi umat Islam yang akan terus dikembangkan, yakni zakat dan wakaf. Potensi zakat menurut Baznas bisa mencapai Rp 100 triliun. Namun karena belum diberdayakan dengan baik, belum bisa mengentaskan kemiskinan umat Islam di Indonesia.

“Tahun 2016 sudah tercatat Rp 6 triliun. Namun kami meyakini masih banyak penghimpunan zakat yang dilakukan masyarakat tetapi tidak tercatat," kata dia. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help