Hamidi Sebut Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Bukan Pegawai Sekretariat DPRD Kepri

Tak hanya mengecek internal, Hamidi juga telah memerintahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kebenaran berita itu

Hamidi Sebut Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Bukan Pegawai Sekretariat DPRD Kepri
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Kapolresta Barelang, AKBP Hengki saat ekspos penangkapan tersangka kasus pemalsuan dokumen, Selasa (11/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Informasi seputar keterlibatan seorang aparatur sipil negara (ASN) di DPRD Kepri yang terlibat memalsukan dokumen negara menuntut Sekretaris DPRD Kepri Hamidi angkat bicara.

Hamidi membantah kalau pegawainya terlibat dalam pemalsuan dokumen negara.

Menurut Hamidi, tersangka Riki Himawan bukan pegawai di Sekretariat DPRD Kepri seperti yang disebutkan dalam pemberitaan-pemberitaan sejumlah media.

"Setelah kami cek, kami pastikan yang bersangkutan bukan pegawai sekretariat DPRD Kepri," tegas Hamidi di kantornya, sebagaimana dirilis Humas DPRD Kepri, Rabu (12/4) siang.

Baca: WOW. Tersangka Palsukan 200 Dokumen, Ingin Tahu Berapa Harga Satu Dokumen?

Baca: BREAKINGNEWS: Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Korupsi UT Natuna. Ini Detailnya!

Tak hanya mengecek internal, Hamidi juga telah memerintahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kebenaran berita tersebut.

Dari informasi yang didapat dan siaran pers kepolisian, tidak diebutkan btersangka adalah pegawai DPRD Kepri.

Namun demikian, Sekretariat DPRD siap membantu pihak kepolisian mengungkap kasus pemalsuan dokumen negara ini.

"Jika memang ada pegawai kami yang terlibat, kami siap membuka diri. Hal ini sebagai bentuk komitmen kami kepada penegakan hukum," papar Hamidi.

Sebelumnya Polisi mengamankan Riki Himawan dan Rahayu Ningsih tersangka pemalsuan blanko KTP, KK, Akta kelahiran dan buku nikah.

Riki Himawan disebut berprofesi sebagai PNS yang bertugas di DPRD Kepri. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Kamis, 13 April 2017

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help