Lomba Teknologi Tepat Guna Anambas Tuai Sorotan, Pengkritik Tuding Hamburkan Anggaran. Kenapa?

Lomba inovasi teknologi tepat guna di Anambas menuai sorotan. Pengkritik tuding cenderung hambur-hamburkan anggaran. Kenapa?

Lomba Teknologi Tepat Guna Anambas Tuai Sorotan, Pengkritik Tuding Hamburkan Anggaran. Kenapa?
tribunnews batam/septyan mulia rohman
Ilustrasi. Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra saat mendengarkan penjelasan saat menghadiri Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2016 di BPMS, Tarempa Kamis (31/3/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat kabupaten menuai sorotan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat desa di gedung BPMS belum lama ini, dinilai tidak tepat sasaran serta cenderung menghambur-hamburkan anggaran.

Baca: Tanda Merah di Leher Ayu Ting Ting Ini Bikin Heboh, Kegigit Tawon Atau?

Tidak hanya itu, minimnya peserta yang ikut serta dalam lomba inovasi tahunan itu pun, belakangan menjadi pertanyaan lain termasuk pembinaan kepada pemenang lomba tersebut. "Lombanya tidak meriah, hanya ada beberapa peserta saja kemarin yang ikut serta. Entah kurang sosialisasi atau sepi peminat kurang paham juga," ujar Iwan satu diantara masyarakat Anambas Rabu (12/4/2017).

Minimnya peserta yang hadir ketika itu pun, tidak jarang menjadi tanya di kalangan masyarakat, khususnya yang melihat langsung lomba inovasi yang pemenangnya membawa nama Anambas pada tingkat Provinsi Kepri itu. Tidak jarang, beberapa dari masyarakat menilai kegiatan tersebut cenderung dipaksakan. Hasil dari kegiatan tersebut, diakuinya juga menjadi poin penting yang nantinya dapat dengan mudah diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Tujuan serta makna dari lomba inovasi itu yang sepertinya sudah mulai berubah. Menurut saya, hasil inovasi dari peserta yang mengikuti lomba inovasi tersebut, dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Tujuannya untuk memudahkan kerja manusia. Tidak tahu juga, apakah ada pembinaan terhadap peserta yang menjadi pemenang. Namun, saya melihat lomba ini cenderung hanya menjadi ajang pesta seremonial," ungkapnya.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, Arnov yang ditemui sejumlah awak media membantah bila kegiaan lomba inovasi yang dilakukan cenderung dipaksakan. Menurutnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah desa termasuk kantor camat terkait penyelenggaraan lomba inovasi itu. "Sebelumnya sudah kami sosialisasikan. Termasuk mengeluarkan surat ke seluruh sekolah yang ada di Anambas," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help