Kabar Gembira! Stok Beras Aman Hingga Hari Raya Idul Fitri. Ini Penjelasan Bulog Pinang!

Kabar gembira! Bulog Tanjungpinang memastikan stok beras aman hingga hari raya Idul Fitri. Begini penjelasannya!

Kabar Gembira! Stok Beras Aman Hingga Hari Raya Idul Fitri. Ini Penjelasan Bulog Pinang!
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Stok beras di Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kota Tanjungpinang dijamin aman hingga Idul Fitri. Persediaan beras yang ada saat ini, diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat wilayah Kepulauan Riau hingga lima bulan ke depan.

Baca: Mengejutkan! Begini Ternyata Kehidupan Bintang Porno Gaek Berumur 82 Tahun Sehari-hari

Baca: Belasan Pria Berbaju Putih Tengah Malam Menjemputnya, Apa Kehebatan Mbah Fanani? Ini Penuturan Warga

"Persediaan itu sudah mencakup wilayah Tanjungpinang, Lingga, Anambas, dan Natuna," kata Kepala Seksi Komersil dan Pengembangan Bisnis, Bulog Tanjungpinang Dwi Yudha Hady Putra, Jumat (14/4).

Namun menurutnya, untuk penyaluran beras sejahtera (rastra) di wilayah Kota Tanjungpinang, pihaknya masih menunggu perintah alokasi penyalurannya. Bila Surat Keputusan dari pemerintah sudah ada, maka pihaknya akan segera menyalurkan ke Kelurahan se-Kota Tanjungpinang.

"Kita ingin secepatnya disalurkan. Supaya stok beras segera habis. Baru kita datangkan lagi yang baru. Sehingga masyarakat bisa terima stok beras yang segar," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Riono bersyukur karena beberapa bulan terakhir inflasi Kota Tanjungpinang lebih terkendali. Bahkan bulan Maret Kota Tanjungpinang mengalami deflasi.

"Ini tak lepas dari upaya kita bersama dalam mengantisipasi kenaikan harga di pasaran. Rapat koordinasi rutin TPID terus dilakukan," katanya.

Bahkan TPID juga sudah melakukan aksi nyata untuk menekan angka inflasi. Seperti melakukan kerjasama dengan daerah pemasok. Seperti dengan daerah penghasil cabe yaitu Kulonprogo dan Sleman.

Kemudian juga melakukan penjajakan di Sumatera Utara. Hal tersebut dilakukan karena Kota Tanjungpinang bukan daerah penghasil. Sehingga TPID mengambil langkah-langkah strategis untuk pemunuhan kebutuhan masyarakat sekaligus menekan angka inflasi.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga membuat kegiatan penanaman sayur-masyur melalui media hidroponik, hingga membuat gerakan tanam cabe kepada ASN Pemko Tanjungpinang.

"Segala upaya yang kita lakukan agar inflasi dapat terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga. Diharapkan dapat menciptakan masyarakat sejahtera di kota ini," harapnya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved