Tak Cuma Menuai Kecaman, Insiden United Airlines Juga Bikin Miliarder Ini Rugi

Salah satu investor yang merugi akibat anjloknya saham United adalah miliarder dan investor kawakan Warren Buffett.

Tak Cuma Menuai Kecaman, Insiden United Airlines Juga Bikin Miliarder Ini Rugi
KOMPAS.COM
Foto-foto yang diunggah penumpang United Airlines rute Chicago-Kentucky ke media sosial Twitter ini memperlihatkan perilaku kasar petugas keamanan bandara di Chicago saat menyeret seorang penumpang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Insiden diseretnya seorang penumpang keluar dari pesawat United Airlines membuat kinerja saham induk perusahaannya, United Continental Holdings Inc menukik tajam.

Bahkan, banyak investor juga akhirnya merugi.

Salah satu investor yang merugi akibat anjloknya saham United adalah miliarder dan investor kawakan Warren Buffett.

Pasalnya, saham United yang berkinerja buruk selama sepekan terakhir juga ikut menyeret saham sektor terkait, termasuk maskapai penerbangan lain menuju pelemahan.

Mengutip Market Watch, Jumat (14/4/2017), saham United sudah melemah 2,6 persen sejak pekan lalu.

Sementara itu, indeks saham penerbangan pada bursa saham New York (NYSE) Arca Airline Index XAL melemah 0,92 persen. Saham United yang dimiliki publik mencapai sekitar 314,6 juta lembar saham.

Dalam sepekan ini, kapitalisasi pasar maskapai tersebut sudah terkikis 569,5 juta dollar AS. Buffett memiliki 28,951 juta saham United per 14 Februari 2017.

Dengan kepemilikan saham mencapai 9,2 persen, Buffett sejauh ini adalah pemegang saham terbesar United.

Apabila jumlah kepemilikan saham itu tidak berubah, maka Buffett telah merugi mencapai 52,4 juta dollar AS dalam sepekan ini. Adapun sejak 14 Februari 2017, Buffett sudah merugi sekitar 135,2 juta dollar AS.

Sementara itu, CEO United Oscar Munoz memiliki 207.772 lembar saham maskapai yang dipimpinnya itu. Dengan demikian, Munoz rugi 376.000 dollar AS sejak sepekan lalu.

Aksi jual juga membuat saham United berada dalam bahaya posisi teknikal. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help