Yakin Jus Sayur Bisa Detok Organ Pencernaan? Baca Dulu Hasil Penelitian Ini

Memblender sayuran tentu tidak sama dengan langsung mengunyahnya. Kita kehilangan banyak nutrisi sayuran ketika dibuat jus dan menyisakan rasa lapar.

Yakin Jus Sayur Bisa Detok Organ Pencernaan? Baca Dulu Hasil Penelitian Ini
Shutterstock
Sayuran hijau 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Saat berjalan-jalan di pusat pertokoan, kita tak jarang menemukan booth yang menjual minuman sehat dari aneka sayuran di dalam kemasan. Ya, belakangan orang memang tergila-gila dengan label sehat.

Jus sayuran tersebut dijual dengan harga mahal dan dipercaya mampu mendetoks dan membersihkan organ pencernaan. Hm, kedengarannya bagus, ya. Namun, pada kenyataannya apa benar demikian?

Jus, baik itu melalui proses diperas, didinginkan lalu diperas, terbuat dari konsentrat atau jus 100%, menurut situs glamour.com, semuanya mengarah pada masalah yang sama yakni gula.

Memblender sayuran tentu tidak sama dengan langsung mengunyahnya. Kita kehilangan banyak nutrisi sayuran ketika dibuat jus dan menyisakan perasaan lapar sesudahnya.

Selain itu, ternyata tubuh kita tidak membutuhkan detoksifikasi melalui jus tersebut. Sebab tubuh kita dirancang untuk secara alami membersihkan diri dari racun. Kita memiliki usus, hati, dan ginjal yang berfungsi, nah itu berarti kita selalu mendetoks setiap menit dan setiap harinya.

Jus sayuran juga diklaim dapat memulihkan dan menyeimbangkan organ-organ dengan memberi mereka istirahat dari mencerna dan membuang makanan. Sehingga mereka memilih untuk mengonsumsi sayuran dalam bentuk jus. Tapi klaim tersebut pun tidak didukung bukti ilmiah.

Nutrisi yang ada di dalam sayuran justru bisa hancur saat proses jus. Sayuran tidak lagi memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan kita mengunyahnya langsung. Sungguh sayang, bukan?

Padahal makan sayur secara langsung dapat meningkatkan kesehatan usus, membantu mengatur gula darah, menghalau penyakit kronis seperti kanker dan diabetes, dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Jadi, jangan mudah tergoda dengan label sehat, ya, Sahabat NOVA. Lebih baik mengonsumsi sayuran secara utuh. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help