Anggota DPD Sentil Kenaikan Listrik Batam, Djasarmen: Kenaikan Tidak Transparan!

Anggota DPD asal Kepri sentil PLN, katanya kenaikan listriknya baru-baru ini tidak transparan

Anggota DPD Sentil Kenaikan Listrik Batam, Djasarmen: Kenaikan Tidak Transparan!
tribunbatam/dewi haryati
Ilustrasi. Sekretaris Bright PLN Batam, Samsul Bahri (dua dari kiri pakai baju putih), GM Generation and Transmittion Bright PLN Batam, Hamidi (baju putih samping Samsul Bahri), saat konfrensi pers membahas pemadaman listrik yang terjadi Minggu (9/4) sekitar pukul 9.15 WIB 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kanaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dinila tidak ada transparasi dari pihak terkait mengenai rencana tersebut. Hal tersebut diungkapkan Djasarmen Purba, anggota DPD RI.

Baca: Ngeri! Inilah 5 Fakta Penangkapan Otak Pembantaian Satu Keluarga di Medan

Baca: Heboh! Teror Sabetan Golok Orang Misterius Ini Bikin Keluarga Korban Geram. Begini Kejadiannya!

Baca: Edan! Enam Orang Sekap Pria Ini Dalam Kontainer Dengan Tubuh Babak-belur. Pemicunya Soal Burung Ini

"Saya tidak permasalahkan kenaikannya, saya juga tidak permasalahkan berapa persen kenaikannya, tetapi yang saya sesalkan kenapa tidak ada sosialisai dan transparansi, mengenai kenaikan kenaikan TDL tersebut,"kata Djasarmen, Minggu (16/4/2017).

Saat ini dengan adanya kenaikan TDL, wajar semua Masyarakat mengeluhkannya."Selama ini tidak ada transparasi, dalam pembahasan rencana kenaikan tarif listrik, apa penyebabnya, berapa kerugian yang dihadapi,"kata Djasarmen.

Bahkan kata Djasarmen, selain transparansi tidak ada, informasi dan sosialisasi kenaikan TDL juga tidak ada."Ini semua masyarakat bingung, tiba-tiba listrik naik, jadi wajar masyarakat resah,"kata Djasarmen.

Djasarmen, mengatakan seharusnya pemerintah Provinsi harus lebih bijak menanggapi kenaikan TDL,"Terlebih ditengah-tengah kesulitan ekonomi, yang dihadapi masyarkat Kepri saat ini, khususnya Batam, dimana banyak perusahaan yang tutup, yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran,"kata Djasarmen Purba. (*) 

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help