Lagi Ngetren! Meski Bercerai Pasutri di Negara Ini Asyik Tinggal Serumah. Ini Alasannya!

Lagi ngetren! Meski sudah bercerai ternyata bekas pasutri di negara ini tetap tinggal serumah. Ini alasannnya!

Lagi Ngetren! Meski Bercerai Pasutri di Negara Ini Asyik Tinggal Serumah. Ini Alasannya!
tribunjogja
Ilustrasi 

Perempuan profesional berusia 40 tahun itu masih tetap tinggal satu atap bersama mantan suaminya.

Kerelaannya hidup bersama pria yang sudah tidak dicintainya lagi itu dilatarbelakangi kondisi keuangan.

Dia bersama mantan suaminya itu pada 2005 harus bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak 700.000 yuan atau Rp 1,36 miliar agar bisa memiliki apartemen.

Namun apartemen yang mereka tempati bersama itu kini harganya sudah mencapai 4 juta yuan (Rp 7,8 miliar) atau hampir empat kali lipat dari harga perolehan 12 tahun yang lalu.

"Tidak satu pun di antara kami yang mampu membelinya. Di antara kami harus bisa menyediakan uang 2 juta yuan," tutur Pang sebagaimana dikutip harian Global Times baru-baru ini.

Menurut dia, membeli rumah bukanlah langkah terbaik karena harganya saat ini sangat tinggi sehingga bagi salah satu dari keduanya harus membayar 2 juta yuan.

Selama mantan pasangan suami-istri tersebut tidak menemukan solusi terbaik atas persoalan tersebut, maka harus bersedia hidup dalam satu atap meskipun sudah tidak ada cinta lagi.

"Tingginya harga rumah di Beijing memaksa sejumlah pasangansuami-istri harus hidup bersama setelah bercerai," kata Yin Xianglong, pengacara spesialis kasus rumah tangga di Beijing.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat pasangan suami-istri bercerai dan tidak mengajukan gugatan hukum di pengadilan, maka mereka harus bisa menjual rumah yang selama ini ditempatinya satu sama lain dan membagi hartanya atau salah satu pihak membeli separuh dari apartemen tersebut dengan harga yang telah disepakati bersama.

Menurut dia, mantan pasangan suami-istri yang tinggal di tempat yang sama setelah bercerai merupakan fenomena yang sedang tren, namun biasanya berlangsung dalam waktu yang tidak relatif lama.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help