Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Tak Ikut Bunuh Satu Keluarga, Si Kriting pun Ikut Ditangkap, Ini Sebabnya

Ketika tahlilan di Mabar pada Minggu malam, Andi Lala mendapat kabar kalau rumahnya digerebek polisi. Dia langsung ke Lubuk Pakam mengendarai mobil

Tak Ikut Bunuh Satu Keluarga, Si Kriting pun Ikut Ditangkap, Ini Sebabnya
tribun medan/Victory
Enam tersangka kasus pembunuhan, termasuk pembunuhan satu keluarga di Mabar Medan pada hari Senin, (18/04/2017) di Aula Tribrata Polda Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Andi Matalata alias Andi Lala, Roni dan Andri Syahputra sebagai tersangka pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Medan Deli.

Selain itu, Polda Sumut juga menetapkan Ricky alias Kriting warga Jalan Melati II, Pasar 4 Dusun Jeruk, Perbaungan, Serdangbedagai sebagai tersangka.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Ricky sebenarnya tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

Ia menjadi tersangka karena membeli sepeda motor Honda Vario milik Riyanto yang dijual oleh Andi Lala senilai Rp 1,8 juta, Minggu (9/4/2017).

"Ricky alias Kriting ini ditangkap di rumahnya karena diketahui sebagai penadah sepeda motor hasil rampokan," kata Rycko, Senin (17/4/2017).

Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menyebutkan, uang hasil penjualan itu digunakan Andi Lala untuk melarikan diri hingga ke kawasan Indragiri, Riau, menggunakan bus.

"Ketika tahlilan di Mabar pada Minggu malam, Andi Lala mendapat kabar kalau rumahnya digerebek polisi. Dia langsung balik ke Lubuk Pakam mengendarai mobil L300 untuk mengambil sepeda motor Vario dari tempat persembunyian dan lalu menjualnya ke penadah," jelas Nurfallah.

Dalam kasus ini Polda Sumut menetapkan empat tersangka. Yaitu Andi Lala, Roni, Andi Syahputra dan Ricky alias Kriting selaku penadah. (*)

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help