Tak Tahan Soal Izin dan Lahan, Pengusaha Batam Mulai Lirik Karimun

Pengusaha-pengusaha di Batam sudah ancang-ancang untuk hijrah ke daerah lain, bahkan ke negara lain.

Tak Tahan Soal Izin dan Lahan, Pengusaha Batam Mulai Lirik Karimun
TRIBUN BATAM

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Batam surga investasi? Itu dulu. Kini investasi di Batam sedang mengalami ujian berat. Bahkan pengusaha-pengusaha di Batam sudah ancang-ancang untuk hijrah ke daerah lain, bahkan ke negara lain.

Data Disnaker Batam menyebutkan mulai Januari hingga April 2017, ada 23 perusahaan tutup. Dampaknya 889 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja.

Kalangan pengusaha menilai persoalan di Batam sangat kompleks. Mulai dari izin berbelit hingga dualisme kewenangan antara BP Batam dengan Pemko Batam. Ditambah nilai upah pekerja yang tinggi.

Pengusaha mulai mengincar Karimun sebagai tujuan investasi. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Ahmad Ma'ruf Maulana tak menampik bahwa banyak perusahaan di Batam yang lari ke Karimun, "Ceritanya begitu. Bukan wacana lagi, memang sudah terjadi," kata Ma'ruf ketika dihubungi, Minggu (16/4/2017).

Ia memperkirakan ada 30-an lebih pengusaha di Batam yang justru kini berinvestasi di Karimun. Ma'ruf mengaku termasuk satu diantara pengusaha tersebut. Sejak 2016, dia mulai menjalankan investasinya yang bergerak di bidang tambang di wilayah Karimun.

"Senior kami di Kadin, Pak Jhon Kennedy buka kawasan industri di Karimun. Saya juga pelaku usaha di sana, usaha saya bergerak di bidang tambang," ujar dia.

Ma'ruf mengatakan, ada banyak persoalan yang menjadi pertimbangan pengusaha di Batam, akhirnya melabuhkan hati berinvestasi di Karimun.

Sebab utamanya, lantaran tidak ada kepastian hukum bagi investor berinvestasi di Batam. Belum lagi soal pelayanan birokrasi pengurusan izin yang ribet, dan mahal. Masalah tanah, dan lain sebagainya.

"Investasi itu sebenarnya soal momentum. Kalau tidak ada kepastian hukum, mau urus amdal saja susah, belum lagi layanannya, bagaimana orang mau berinvestasi," kata Ma'ruf.

Di samping itu, saat ini kondisi ekonomi Batam juga sedang lesu. Menurut Ma'ruf, baru kali ini sejarahnya pertumbuhan ekonomi Batam berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help