TribunBatam/
Home »

News

Semenanjung Korea Memanas

GAWAT! Korea Utara Akan Lakukan Serangan Nuklir Jika Amerika Serikat Serang Pyongyang

Menurut Han, senjata nuklir yang dimiliki Korut ditujukan 'untuk melindungi negara' dari ancaman aksi militer AS

GAWAT! Korea Utara Akan Lakukan Serangan Nuklir Jika Amerika Serikat Serang Pyongyang
AFP/Getty Image
Sejumlah rudal antarbenua ditampilkan Kim Jong-un pada parade militer di Pyongyang, Sabtu (15/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) memperingatkan bahwa mereka akan melakukan serangan nuklir pre-emptive, jika disimpulkan bahwa Amerika Serikat (AS) menyiapkan serangan ke negara itu.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Han Song Ryol, dalam wawancara dengan wartawan BBC, John Sudworth, sebagaimana dilaporkan media tersebut, Selasa (18/4/2017) ini.

"Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespons dengan serangan nuklir pre-emptive, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Han.

Pasukan khusus bersenjata perlontar granat saat parade di Pyiongyang, Sabtu (15/4/2017).
Pasukan khusus bersenjata perlontar granat saat parade di Pyiongyang, Sabtu (15/4/2017). (AP)

Baca: Korea Utara Perkenalkan Pasukan Khusus Terbaru. Ini Perlengkapan Mereka

Baca: Wapres AS Mike Pence Kunjungi Perbatasan Korea: Era Kesabaran Sudah Berakhir

Menurut Han, senjata nuklir yang dimiliki Korut ditujukan 'untuk melindungi negara' dari ancaman aksi militer AS.

"Jika AS ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," kata Han.

Pemerintah di Pyongyang menganggap AS sebagai agresor.

Han juga mengatakan militer Korut akan melakukan uji rudal setiap minggu, bulan, dan tahun.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Korut untuk tidak menguji kesabaran AS dengan melanjutkan program nuklir.

Baca: MIRIS. Di Balik Gemerlap Kehidupan di Korea Selatan, Beginilah Potret Kaum Miskin Negara Ini

Pence mengatakan “era kesabaran strategis” dengan Korut telah berakhir. Ia tiba di Pyongyang pada Minggu (16/4/2017), beberapa jam setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal. 

"Dalam dua pekan terakhir, dunia menyaksikan kekuatan dan keteguhan presiden baru kami dalam mengambil aksi di Suriah dan Afganistan," kata Pence, saat berbicara dengan pelaksana Presiden Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, Senin kemarin.

Ketegangan di kawasan meningkat, ditandai dengan “perang kata-kata” antara pejabat AS dan Korut.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa terbuka kemungkinan pihaknya melakukan aksi militer pre-emptive terhadap Korut.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help