Semenanjung Korea Memanas

Kami Siap Melayani Apapun Model Perang yang Diinginkan Trump

Mereka bahkan mengancam 'perang habis-habisan' jika Presiden Donald Trump coba-coba menggunakan sarana militer untuk mencegahnya.

Kami Siap Melayani Apapun Model Perang yang Diinginkan Trump
AFP/Getty Image
Sejumlah rudal antarbenua ditampilkan Kim Jong-un pada parade militer di Pyongyang, Sabtu (15/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM. PYONGYANG - Korea Utara tidak peduli dengn ancaman Wakil Presiden AS Mike Pence yang meninjau zona demiliterisasi di perbatasan Korea Utara dan Selatan, Senin (17/8/2017).

Pyongyang menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan ujicoba nuklir mingguan.

Mereka bahkan mengancam 'perang habis-habisan' jika Presiden Donald Trump coba-coba menggunakan sarana militer untuk mencegahnya.

Baca: Wapres AS Mike Pence Kunjungi Perbatasan Korea: Era Kesabaran Sudah Berakhir

Sebelumnya, ujicoba rudal balistik Korea Utara gagal dan disebut-sebut mendapat serangan hack dari militer AS.

Saat berada di perbatasan, Pence memperingatkan bahwa 'era kesabaran' dengan Kim Jong-un sudah berakhir.

Namun, pernyataan itu dibalas oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korut Han Song-Ryol.

“Kami akan melakukan lebih banyak tes rudal setiap minggu, bulanan dan tahunan,” katanya dalam sebuah jumpa pers di Gedung PBB New York, Senin, waktu setempat atau Selasa dinihari WIB.

Dia juga mengatakan bahwa 'perang habis-habisan' adalah sebuah kemungkinan jika AS tetap memprovokasi Semenanjung Korea.

Wakil Duta Besar Korut untuk PBB itu menuduh Washington mengubah semenanjung Korea menjadi 'hotspot terbesar di dunia' dan menciptakan 'situasi berbahaya.

“Perang termonuklir dapat terjadi kapan saja.”

Kim In Ryong mengatakan pada sebuah konferensi pers hari ini bahwa latihan militer AS-Korea Selatan yang dipentaskan sekarang adalah latihan perang agresif terbesar.

Dia mengatakan, Korea Utara untuk memperkuat kekuatan nuklirnya bersifat defensif 'untuk mengatasi ancaman nuklir dari AS.

Kim juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk bereaksi, apapun mode perang yang diinginkan oleh AS.

Pence sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Donald Trump berharap China bisa memainkan kendali untuk menekan Korea Utara agar meninggalkan program nuklir dan balistiknya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help