Asep Klaim Satker Perikanan Anambas Lapis Pengamanan, Empat WNA Vietnam Kabur. Ini Kasusnya!

Satker Perikanan Anambas klaim tingkatkan pengamanan, 4 WNA kasus ZEE kabur dari pengawasan. Ini kejadiannya!

Asep Klaim Satker Perikanan Anambas Lapis Pengamanan, Empat WNA Vietnam Kabur. Ini Kasusnya!
internet
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Satuan Pengawas (Satwas) sumber daya kelautan perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas mengklaim meningkatkan pengamanan dan pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di tempatnya. Itu setelah adanya kejadian empat orang WNA berkewarganegaraan Vietnam yang diduga kabur sejak Senin (17/4) kemarin.

Baca: Soal Video Porno Ria From Bali, Identitas Ceweknya Sudah Dikantongi. Video Diunggah dari Sini!

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Edan! Gadis 14 Tahun Digilir 7 Remaja, Satu Rekan Pelaku Bertugas Berjaga-jaga Selama Aksi!

"‎Paska kejadian, ruang gerak mereka kami batasi. Kami pun juga telah melakukan pencarian menggunakan kapal pengawas milik kami, termasuk berkoordinasi dengan nelayan dan instansi terkait seperti TNI. Hal ini pun juga sudah kami laporkan ke Pak Dirjen," ujar Asep Ruhiyat Rabu (19/4/2017).

Ditemui di ruang kerjanya, pihaknya pun belum mengetahui keberadaan empat orang masing-masing Tran Thanh That Nahkoda KM. BD 96824 TS, Nguyen Van Phi Nahkoda KM. BV 97909 TS, Le Dinh Chieu Nahkoda KIA BD 93581 TS, dan Pham Chi Tam Nakhoda KIA dengan nomor lambung kapal BD 93217 TS itu.

‎Pria yang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kasatwas SDKP Kabupaten Kepulauan Anambas itu menyadari empat WNA berstatus tersangka ini tidak berada di tempat ‎pada hari Senin sekitar pukul 05.30 WIB. Pada hari yang sama, ada Kepala Desa dan nelayan yang datang ke Satwas yang berlokasi di Antang Desa Tarempa Timur yang memberitahukan kehilangan pompong mereka yang tidak jauh dari kantor satwas.

"Saya kemudian kroscek ABK, tidak ada empat orang itu. Ukuran kapal pompong yang hilang sekitar 1 GT, dengan BBM mencapai 15 liter di kapal itu. Dari polisi pun, sudah melakukan olah TKP juga. Mengenai empat orang WNA yang hilang ini, kami juga sudah membuat laporan ke Polres," ungkapnya.

‎Asep menjelaskan, proses penahanan tidak bisa dilakukan terlebih dengan tersangka yang ditangkap di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Ketiadaan rumah tahanan, yang membuat empat orang tersebut untuk sementara berada di kantor satwas sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. WNA berstatus tersangka pun, diakui Asep tidak digabung dengan ABK lain sampai proses pelimpahan ke kejaksaan selesai dilakukan.

"Hasil tangkapan ini merupakan limpahan semua. Ada juga dari beberapa berkas yang sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Seperti hari ini, kami baru mendapat dua kapal limpahan hasil tangkapan Kapal Polisi Antasena-7006," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help